Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) telah meraih pinjaman bilateral dari induknya Kasikornbank (KBank), sebesar US$285 juta. Tenor dari pinjaman tersebut sampai dengan dua tahun sejak tanggal penarikan, dengan bunga SOFR plus margin sesuai kondisi pasar yang berlaku.
Melalui keterbukaan informasi, Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi mengungkapkan pihaknya telah melakukan penarikan US$100 juta. Ia mengatakan bahwa penarikan akan dilakukan secara bertahap.
Pinjaman ini akan menyokong likuiditas serta mendukung fungsi intermediasi Bank Maspion.
"Transaksi Pinjaman Bilateral ini dilakukan untuk mendukung likuiditas tenor jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit Perseroan kepada nasabah. Transaksi penarikan akan dilakukan secara bertahap," jelas Charoensiddhi dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (17/3/2026).
Adapun transaksi ini merupakan transaksi afiliasi antara Bank Maspion dan KBank itu selaku ultimate shareholder. Bank asal Thailand itu secara tidak langsung menguasai Bank Maspion melalui anak usahanya, Kasikorn Vision Financial Company (KVF) dengan kepemilikan 86,03%. Secara total, KBank menggenggam 89,48% saham BMAS.
Lebih lanjut, Charoensiddhi menyebut transaksi yang dijalankan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































