Basarnas Ungkap 601 Kasus Kecelakaan Kapal, 3.607 Orang Jadi Korban

4 hours ago 4

Newswire

Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 23:17 WIB

Basarnas Ungkap 601 Kasus Kecelakaan Kapal, 3.607 Orang Jadi Korban

Foto tangkapan video dari Tim SAR KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026) dini hari. ANTARA/Nur Imansyah.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 601 kecelakaan kapal sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026. Dari berbagai kecelakaan tersebut, total korban mencapai 3.607 orang, dengan 3.165 orang selamat, 239 meninggal dunia, dan 203 lainnya masih hilang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan data tersebut dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Perhubungan, hingga BMKG pada Rabu (19/8/2026). Rapat berlangsung di ruangan Komisi V DPR RI dan membahas kasus kecelakaan kapal KMP Putri Yasmin, KMP Mutiara Sentosa II, KMP Prince Soya, dan KMP Nurul Salsa.

"Kami mohon izin sampaikan di kesempatan ini, berdasarkan hasil operasi yang kami laksanakan terhitung mulai bulan Januari sampai 15 Agustus 2026, kami mencatat ada 601 kali operasi SAR yang dilaksanakan," katanya.

3.607 Korban, 220 di Antaranya WNA

Syafii menjelaskan, 601 operasi SAR tersebut berkaitan dengan berbagai jenis kecelakaan. Peristiwa yang ditangani antara lain kapal bocor, kandas, mati mesin, tenggelam, terbakar, hingga tubrukan.

Dari keseluruhan korban, terdapat 220 warga negara asing. Jenis kejadian yang ditangani Basarnas juga mencakup misi medical evacuation.

"Di mana dari jumlah korban sejumlah 3.607 ada 220 warga negara asing. Jadi untuk jenis kecelakaan mulai dari kapal bocor sampai misi medical evacuation," jelasnya.

Berdasarkan data Basarnas, sebanyak 3.165 orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, 239 orang meninggal dunia dan 203 orang dinyatakan hilang.

Basarnas Soroti Kelaikan Kapal

Tingginya jumlah kecelakaan tersebut mendorong Basarnas menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah setempat dan unsur terkait untuk memperkuat keselamatan pelayaran.

Salah satu hal yang ditekankan adalah kelaikan dan kesiapan kapal. Pemeriksaan mencakup bodi kapal, mesin penggerak, sistem navigasi, hingga perangkat komunikasi agar selalu berada dalam kondisi laik dan siap beroperasi.

"Kami mengharapkan bahwa adanya kepastian terkait dengan bodi kapal, mesin penggerak, sistem navigasi dan komunikasi diharapkan selalu dalam kondisi laik dan siap operasi," jelasnya.

Syafii juga menyoroti penggunaan EPIRB atau Emergency Position Indicating Radio Beacon ketika kapal menghadapi keadaan darurat. Menurut dia, pada mayoritas kecelakaan yang terjadi, perangkat tersebut hampir bisa dikatakan tidak diaktifkan.

Padahal, pengaktifan EPIRB saat kondisi darurat dapat membantu mempermudah proses pencarian dan pertolongan terhadap korban.

Data Penumpang hingga Drill Darurat Perlu Diperkuat

Selain perangkat darurat, Basarnas merekomendasikan penguatan perlengkapan keselamatan serta integrasi data penumpang. Safety briefing bagi penumpang dan drill kedaruratan terpadu juga dinilai perlu dilaksanakan.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kejadian serupa sekaligus meningkatkan kemampuan penanganan ketika terjadi keadaan darurat di kapal.

"Kemudian perlengkapan keselamatan, data penumpang terintegrasi, safety briefing penumpang, drill kedaruratan terpadu yang tadi juga Bapak Menteri Perhubungan menyampaikan ini ke depan tentunya harus kita laksanakan untuk mengantisipasi adanya kedaruratan yang sama, mudah-mudahan bisa kita atasi dengan cara yang lebih baik," tuturnya.

Komunikasi dengan Kapal di Sekitar Lokasi Jadi Kendala

Persoalan lain yang menjadi perhatian Basarnas adalah komunikasi di lokasi kejadian. Dalam sejumlah kondisi, tim masih menghadapi kendala untuk berkomunikasi secara langsung dengan seluruh traffic atau kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kecelakaan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Basarnas selama ini memanfaatkan SROP dan fasilitas komunikasi yang dimiliki. Fasilitas tersebut digunakan untuk memaksimalkan koordinasi ketika operasi pencarian dan pertolongan berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|