BEDAH BUKU: Literasi Jadi Modal UMKM Naik Kelas

1 hour ago 3

 Literasi Jadi Modal UMKM Naik Kelas

Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, sedang menyampaikan pentingnya pengetahuan dalam pengembangan usaha di Balai Kalurahan Condongcatur, Rabu (26/8/2026)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

SLEMAN - Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), literasi juga menjadi modal untuk memahami pasar, mengelola keuangan, membaca perubahan perilaku konsumen, dan mengembangkan usaha. Penguatan kapasitas tersebut penting agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Semakin kuat pengetahuan pelaku usaha, semakin besar pula peluang mereka mengambil keputusan bisnis berdasarkan informasi yang tepat.

Hal tersebut mengemuka dalam bedah buku UMKM Naik Kelas, Dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing di Balai Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (26/8).

Anggota DPRD DIY Rahayu Widi Nuryani mengatakan peningkatan pengetahuan menjadi salah satu kebutuhan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Kegiatan literasi dapat menjadi sarana memperluas wawasan masyarakat mengenai pengelolaan dan pengembangan bisnis.

“Masyarakat sendiri untuk UMKM itu memang harus diberikan wawasan yang kaitannya tentang bagaimana UMKM ini bisa naik kelas,” kata Rahayu.

Menurut dia, kebutuhan terhadap pengetahuan semakin besar di tengah digitalisasi. Pelaku UMKM kini memiliki peluang memasarkan produk tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga ke pasar nasional dan internasional.

Rahayu mendorong masyarakat membangun kebiasaan membaca secara bertahap. Kebiasaan tersebut tidak harus dimulai dengan membaca dalam jumlah banyak, tetapi dapat dibangun dengan meluangkan waktu membaca beberapa halaman setiap hari.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Syam Arjayanti mengatakan budaya literasi perlu dibangun sejak lingkungan keluarga. Orang tua dapat mengenalkan kebiasaan membaca dengan mengajak anak membaca buku, berdiskusi, dan menceritakan kembali isi bacaan.

Menurut dia, kebiasaan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan memahami bacaan, tetapi juga melatih anak menyampaikan gagasan dan berbicara di depan umum. Budaya literasi yang dibangun sejak dini diharapkan membentuk masyarakat yang terbiasa mencari, memahami, dan menggunakan informasi.

Kemampuan tersebut pada akhirnya dapat menjadi modal dalam berbagai bidang, termasuk ketika seseorang memasuki dunia usaha.

Membaca Pasar

Praktisi UMKM Afika Rahman mengatakan literasi bagi pelaku usaha tidak berhenti pada aktivitas membaca buku. Pelaku UMKM juga perlu memiliki kemampuan membaca kondisi pasar dan perubahan perilaku konsumen.

“Membaca itu tidak hanya membaca buku, tetapi membaca pasar juga penting, membaca keadaan hari ini juga penting, membaca FOMO masyarakat, membaca yang viral itu juga penting,” kata Afika.

Menurut Afika, kemampuan membaca perubahan pasar diperlukan agar pelaku UMKM dapat menentukan inovasi yang relevan. Tren yang berkembang dapat menjadi informasi untuk mengevaluasi produk, strategi pemasaran, hingga cara berkomunikasi dengan konsumen.

Pengetahuan tersebut juga perlu diterapkan dalam pengelolaan keuangan. Salah satunya melalui pembukuan sederhana yang mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha. Pembukuan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih terukur.

Pencatatan juga dapat dilakukan dengan berbagai aplikasi digital melalui telepon seluler sehingga kondisi keuangan dan perkembangan bisnis lebih mudah dipantau.

Penulis buku sekaligus praktisi pendamping UMKM Tri Darmini mengatakan peningkatan pengetahuan harus diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Persoalan tersebut antara lain modal, persaingan, lokasi usaha, pemasaran, dan branding.

Pelaku UMKM perlu memahami masalah masing-masing sebelum menentukan strategi pengembangan. Salah satu hal penting adalah mengenali target pasar. Pemahaman terhadap konsumen akan membantu pelaku usaha menentukan produk yang sesuai, desain kemasan, harga, hingga strategi pemasaran.

Dengan demikian, literasi bagi UMKM bukan sekadar memperbanyak bacaan. Literasi perlu berujung pada kemampuan menggunakan informasi untuk mengambil keputusan usaha, beradaptasi dengan perubahan pasar, dan meningkatkan daya saing.

Penguatan kemampuan tersebut menjadi penting bagi UMKM di tingkat lokal karena keberlangsungan usaha tidak hanya menentukan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga dapat membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|