Selat Hormuz Iran. / ist
Harianjogja.com, HAMILTON—Arah konflik di Timur Tengah kembali bergerak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang pencabutan blokade laut terhadap Iran. Langkah itu disebut akan dilakukan segera setelah kesepakatan tercapai dalam negosiasi yang masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berada di Bandara Phoenix sebelum bertolak ke Arizona, Jumat (18/4/2026). Ia menegaskan kebijakan blokade sangat bergantung pada hasil pembicaraan.
"Blokade berakhir segera setelah perjanjian ditandatangani," katanya kepada wartawan.
Trump juga mengindikasikan bahwa pembicaraan masih berjalan dan belum mencapai titik akhir, meskipun ia menyebut ada perkembangan positif dalam proses negosiasi.
“Kami menjalani hari yang besar. Kita akan lihat bagaimana semuanya berjalan, tetapi seharusnya baik-baik saja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa diskusi yang berlangsung sejauh ini menunjukkan sinyal baik, termasuk dinamika di kawasan Lebanon.
“Kami telah melakukan beberapa diskusi yang sangat baik,” katanya, seraya menilai banyak perkembangan positif terjadi.
Klaim Perbedaan Mulai Menyempit
Trump juga menanggapi pernyataan Iran yang menyebut masih terdapat perbedaan signifikan dalam negosiasi.
"Yah, mungkin ada; mari kita lihat apa yang terjadi. Jika ada, kita harus menyelesaikannya," ujarnya.
Namun, ia menilai perbedaan tersebut tidak terlalu besar dan masih dapat dijembatani melalui dialog lanjutan.
"Saya rasa tidak ada terlalu banyak perbedaan signifikan," kata Trump.
Di kesempatan terpisah di Washington, Trump kembali menyampaikan optimismenya setelah menerima informasi terbaru dari kawasan Timur Tengah.
“Kami mendapat kabar yang cukup baik sekitar 20 menit lalu. Sejauh ini, situasi di Timur Tengah dengan Iran tampaknya berjalan sangat baik,” ujarnya.
Ia juga memastikan pembicaraan lanjutan akan digelar pada akhir pekan ini, meski tidak merinci detail kesepakatan yang sedang dibahas.
Konflik dan Gencatan Senjata
Sebagai konteks, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak serangan pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan final.
Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sambil menunggu hasil negosiasi berikutnya.
Para mediator internasional kini terus berupaya membuka jalan bagi putaran perundingan baru guna meredakan konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































