BMKG Deteksi 1.079 Titik Panas, Kalsel Masuk Zona Merah

1 hour ago 2

BMKG Deteksi 1.079 Titik Panas, Kalsel Masuk Zona Merah

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, BANJARBARU— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 1.079 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (27/8/2026). Pada saat yang sama, seluruh wilayah provinsi tersebut berada dalam kategori sangat mudah terbakar.

Titik panas tersebut terdeteksi melalui pemantauan satelit BMKG pada pukul 07.00 Wita. Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, hanya Kota Banjarmasin yang tidak terdeteksi memiliki titik panas.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru BMKG Kalsel, Adhitya Prakoso, mengatakan Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

“Sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Banjar sebanyak 242 titik, disusul Hulu Sungai Selatan 207 titik, dan Tapin 187 titik,” ucapnya di Banjarbaru, Kamis.

Selain tiga daerah tersebut, titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah lain. Kabupaten Tanah Laut tercatat memiliki 99 titik, Hulu Sungai Utara 95 titik, Kota Banjarbaru 68 titik, Barito Kuala 46 titik, Tanah Bumbu 39 titik, Hulu Sungai Tengah 27 titik, dan Kotabaru 25 titik.

Selanjutnya, Kabupaten Balangan mencatat 23 titik panas, sedangkan Tabalong 21 titik. Dengan demikian, total 1.079 hotspot tersebar di 12 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Mayoritas Hotspot Berkategori Kepercayaan Sedang

Berdasarkan tingkat kepercayaan hasil pemantauan, sebanyak 919 titik panas atau 85,17% berada dalam kategori sedang. Sebanyak 100 titik atau 9,27% masuk kategori rendah, sedangkan 60 titik atau 5,56% memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah tersebar di 10 kabupaten/kota. Rinciannya, Tapin 24 titik, Banjar 19 titik, Hulu Sungai Selatan 18 titik, Barito Kuala 12 titik, Hulu Sungai Utara delapan titik, Tanah Laut delapan titik, Banjarbaru tujuh titik, Hulu Sungai Tengah dua titik, serta Tabalong dan Tanah Bumbu masing-masing satu titik.

Sementara itu, 919 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang tersebar di 12 kabupaten/kota. Kabupaten Banjar mencatat 201 titik, Hulu Sungai Selatan 178 titik, Tapin 156 titik, Tanah Laut 86 titik, Hulu Sungai Utara 81 titik, Banjarbaru 57 titik, Tanah Bumbu 37 titik, dan Barito Kuala 34 titik.

Hotspot kategori sedang lainnya berada di Kotabaru sebanyak 25 titik, Balangan 23 titik, Hulu Sungai Tengah 22 titik, dan Tabalong 19 titik.

Adapun 60 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di sembilan kabupaten/kota. Kabupaten Banjar memiliki 22 titik, Hulu Sungai Selatan 11 titik, Tapin tujuh titik, Hulu Sungai Utara enam titik, Tanah Laut lima titik, Banjarbaru empat titik, Hulu Sungai Tengah tiga titik, serta Tabalong dan Tanah Bumbu masing-masing satu titik.

Seluruh Kalsel Masuk Zona Merah

Selain memantau hotspot, BMKG juga mengeluarkan Sistem Peringatan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla). Hasilnya menunjukkan seluruh wilayah Kalimantan Selatan berada dalam zona merah atau sangat mudah terbakar.

Adhitya mengatakan kondisi vegetasi, lahan gambut, dan permukaan tanah yang sangat kering dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila terjadi kebakaran.

“Kondisi vegetasi, lahan gambut dan permukaan tanah yang sangat kering menyebabkan potensi penyebaran api berlangsung cepat, sehingga diperlukan kewaspadaan serta patroli pencegahan secara ekstra oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran,” demikian Adhitya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|