Bocah 8 Tahun Hilang Misterius di Karanganyar, Tim SAR Sisir Dam Colo

7 hours ago 3

Bocah 8 Tahun Hilang Misterius di Karanganyar, Tim SAR Sisir Dam Colo Faiz Khoirul Nizam (8), bocah berkebutuhan khusus asal Kebakkramat Karanganyar dilaporkan hilang Minggu dini hari. Tim SAR sisir area sungai Dam Colo Timur. - Espos.

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Insiden hilangnya seorang anak berusia delapan tahun menggemparkan warga Dukuh Tasgunting RT 002, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (29/3/2026) dini hari.

Bocah berkebutuhan khusus tersebut dilaporkan menghilang dari kediamannya saat pihak keluarga tengah tertidur pulas, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, korban terpantau sempat bermain air di area perempatan sisi selatan rumahnya sekitar pukul 02.30 WIB. Dalam rekaman tersebut, Faiz Khoirul Nizam terlihat berjalan seorang diri ke arah timur setelah meninggalkan lokasi bermainnya.

Merespons laporan kehilangan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar langsung mengoordinasikan Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) untuk melakukan penyisiran intensif di sekitar rumah, lahan persawahan, hingga aliran utama Sungai Dam Colo Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Priyono, memberikan rincian ciri-ciri fisik korban untuk mempermudah identifikasi oleh masyarakat. Faiz memiliki tinggi badan kurang lebih 100 cm dan terakhir kali terlihat mengenakan kaus berwarna merah.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa Faiz memiliki kecenderungan untuk keluar rumah tanpa pamit serta sangat gemar bermain di aliran sungai yang berada di dekat tempat tinggalnya.

“Anak tersebut pendiam. Diajak bicara siapa pun tidak mau berbicara. Ia hanya mau berbicara dengan orang tuanya. Awalnya, anak tidur di rumah simbahnya pada pukul 01.00 WIB. Simbahnya bangun pukul 02.00 WIB, ternyata Faiz tidak ada di kamarnya dan kondisi pintu depan rumah terbuka. Gembok pintu tidak ada. Saat dicari di sekitar rumah ternyata ditemukan celana anak itu di perempatan selatan rumah, tempat biasa bermain air,” jelas Hendro saat dikonfirmasi, Minggu.

Kecemasan keluarga kian memuncak setelah ditemukannya pakaian milik korban di lokasi tempat ia biasa bermain air. Saksi mata di lingkungan sekitar juga membenarkan sempat melihat sosok anak kecil yang sesuai dengan ciri-ciri Faiz berada di area tersebut pada dini hari.

Guna mempercepat proses penemuan, tim pencari kini telah membagi kekuatan menjadi tiga sektor utama yang menyasar area-area krusial.

Sektor pertama difokuskan untuk menyisir area pemukiman di sekitar rumah korban, sementara sektor kedua melakukan pemeriksaan mendetail di lahan persawahan. Sektor ketiga melakukan operasi air di sepanjang aliran Sungai Dam Colo Timur menggunakan teknik mboyo dengan jangkauan radius satu hingga dua kilometer dari titik awal.

“Tim dibagi menjadi tiga, yaitu untuk menyisir di sekitaran rumah korban; menyisir di persawahan dekat rumah korban; dan menyisir di aliran sungai Dam Colo Timur dengan Teknik mboyo sampai sejauh 1-2 km dan hasilnya masih nihil,” jelas dia.

Operasi pencarian ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur kedaruratan, mulai dari personel Polsek Kebakkramat, Koramil Kebakkramat, hingga berbagai kelompok relawan.

Dukungan personel juga datang dari relawan Sibat Desa Kebak, Destana Waru, serta jajaran BPBD Karanganyar yang terus bersiaga di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian di tengah harapan keluarga agar Faiz dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|