Bos Danantara Bantah Anggapan BUMN Tak Pernah Untung, Ini Datanya

10 hours ago 4

Yogyakarta, CNBC Indonesia — Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan badan usaha milik negara (BUMN) memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, termasuk melalui setoran pajak dan dividen.

Menurut Dony, kontribusi BUMN terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bahkan mencapai hampir sepertiga dari total penerimaan negara.

"BUMN kita itu memberikan kontribusi hampir sepertiga daripada APBN kita, baik itu dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk pajak," ujar Dony dalam Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia mengatakan hingga kuartal I-2026, BUMN telah menyetorkan pajak kepada negara mencapai sekitar Rp215 triliun.

"Kuartal I ini kami sudah membayarkan pajak kepada negara kurang lebih Rp215 triliun. Jadi BUMN kita itu sangat powerful," katanya.

Dony juga menepis anggapan bahwa banyak perusahaan pelat merah tidak menghasilkan keuntungan.

Menurutnya, laba BUMN pada 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun dan berpotensi meningkat menjadi Rp360 triliun pada tahun ini.

"Tidak benar kalau banyak yang bilang BUMN tidak pernah untung. Itu keliru. Tahun lalu kita menguntungkan Rp335 triliun," ujarnya.

Ia mengungkapkan pemerintah kini melakukan perubahan besar dalam tata kelola BUMN melalui Danantara yang berfungsi sebagai sovereign wealth fund berbasis konsolidasi perusahaan negara.

Dengan model baru tersebut, sejumlah BUMN besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk hingga PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berada dalam satu holding company.

"Dengan satu holding company sekarang itu mudah bagi kita untuk melakukan proses penyehatan daripada perusahaan-perusahaan kita," katanya.

Menurut Dony, sebelumnya BUMN berdiri sendiri-sendiri sehingga sulit melakukan dukungan antarperseroan ketika ada perusahaan yang mengalami masalah keuangan.

"Labanya BRI, Bank Mandiri dan lainnya tidak bisa dipergunakan untuk membantu perusahaan yang lain," ujarnya.

Ia berharap transformasi tata kelola melalui Danantara dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia.

"Danantara ini betul-betul menjadi sumber percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan," pungkasnya.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|