Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyebut, penerbitan Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025 lalu memiliki peminat yang besar. Hal itu dikatakan oleh MD Finance Danantara Investment Management Djamal Attamimi.
Djamal menyebut, selanjutnya Danantara Indonesia akan terus mengakomodasi minat calon investor, termasuk melalui penerbitan Surat Utang Jangka Panjang yang bersifat privat dan sukarela.
"Memperhatikan tingginya minat investor terhadap Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan, Danantara Indonesia akan melaksanakan mandatnya sebagai sovereign fund secara profesional melalui penerapan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik.
"Inisiatif pembiayaan seperti ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," sebutnya.
Sebelumnya, PT Danantara Investment Management (Persero) mengumumkan akan menerbitkan instrumen surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) senilai Rp7 triliun dalam dua seri bertenor 5 dan 7 tahun.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), penerbitan tersebut terbagi menjadi Seri A dan Seri B. Adapun nilai nominal masing-masing tercatat sebesar Rp3,5 triliun.
Lebih rinci, MTN Seri A dengan kode Efek DNTR02A1JP memiliki nilai nominal Rp3,5 triliun. Adapun tanggal jatuh temponya terjadi pada 18 Maret 2031 atau bertenor 5 tahun.
Di sisi lain, MTN Seri B diperdagangkan dengan kode efek DNTR02B1JP. Meski nominalnya sama, namun tenor yang ditawarkan lebih panjang, yaitu 7 tahun atau jatuh tempo pada 17 Maret 2033.
"Jenis bunga fixed, frekuensi pembayaran tahunan, Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 17 Maret 2027," sebagaimana dikutip dari pengumuman tersebut, dikutip Senin, (16/3/2026).
Sebagai informasi, Danantara telah meluncurkan patriot bond dengan total emisi yang diterbitkan senilai Rp 50 triliun dan ditawarkan dalam dua tenor berbeda yakni 5 dan 7 tahun. Sementara itu kupon atau imbal hasil yang ditawarkan berada di level 2%.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani mengungkapkan, penyerapan Patriot Bond saat ini telah mencapai target senilai Rp 50 triliun.
"(Penyerapan) 100%," kata Rosan saat ditemui di Balai Sarbini Lippo Nusantara Jakarta, Selasa malam (16/9).
(ayh/ayh)
Addsource on Google


















































