Kapal perang Amerika Serikat (AS) mencatat momen langka di kawasan Amerika Tengah. Kapal perusak rudal berpemandu USS Gridley berlabuh di Pelabuhan Kapal Pesiar Amador, Panama City, Minggu (29/3/2026). (REUTERS/Enea Lebrun)
Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun sebuah kapal induk AS hadir di perairan Panama. (REUTERS/Enea Lebrun)
Kedatangan kedua kapal tersebut merupakan bagian dari operasi militer bertajuk Southern Seas 2026. Dalam misi ini, USS Nimitz bersama USS Gridley menjalankan latihan pelayaran dan kerja sama maritim dengan sejumlah negara mitra saat mengelilingi kawasan Amerika Selatan. (REUTERS/Enea Lebrun)
Duta Besar AS untuk Panama, Kevin Cabrera, menyatakan bahwa operasi ini difokuskan pada upaya pemberantasan perdagangan narkoba sekaligus memperkuat kerja sama keamanan regional. Ia juga menyebut Panama sebagai mitra strategis utama dalam agenda tersebut. (REUTERS/Enea Lebrun)
Latihan bersama dijadwalkan melibatkan sejumlah negara di kawasan, antara lain Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Ekuador, Peru, Meksiko, El Salvador, Guatemala, hingga Uruguay. Southern Seas 2026 sendiri menjadi latihan ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2007. (REUTERS/Enea Lebrun)
Sementara itu, USS Nimitz yang telah beroperasi sejak 1975 baru saja mendapatkan perpanjangan masa tugas hingga Maret 2027. (REUTERS/Enea Lebrun)
Awalnya, kapal induk tersebut dijadwalkan pensiun pada 2026. Namun, ukuran USS Nimitz yang sangat besar membuatnya tidak dapat melintasi Terusan Panama. Alhasil, kapal induk ini harus menempuh jalur memutar yang jauh melalui Tanjung Horn di ujung selatan Amerika Selatan sebelum melanjutkan pelayaran ke arah utara. (REUTERS/Enea Lebrun)


















































