Bukan Selat Hormuz, Kapal Tanker Minyak Justru Dibajak di Laut Merah!

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Keamanan Maritim Inggir (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal tanker minyak telah dibajak di lepas pantai Somalia dan dibawa masuk ke perairan teritorialnya.

Kejadian ini menambah risiko navigasi di Laut Merah, yang kini menjadi rute pasokan yang lebih penting mengingat blokade Iran di Selat Hormuz di pintu masuk Teluk Persia, di sisi lain Semenanjung Arab.

"Kapal tanker tersebut disita di sebelah timur laut kota Mareeyo, Somalia, pada Selasa," kata UKMTO mengutip AFP, Minggu (26/4/2026).

"Pihak berwenang militer melaporkan bahwa orang-orang yang tidak berwenang telah mengambil alih kendali kapal tanker dan mengarahkan kapal tersebut sejauh 77 mil laut ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia," kata UKMTO.

Pihak berwenang Somalia belum segera menanggapi pertanyaan AFP mengenai pembajakan tersebut.

Berdasarkan laporan AFP ini, Somalia dikatakan negara yang tidak stabil di Tanduk Afrika, di mana pemerintah pusat berhadapan dengan federasi negara-negara semi-otonom yang terpecah belah, serta serangan-serangan yang sering dilakukan oleh kelompok militan Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaeda.

Pemerintah juga menentang status separatis bagi Somaliland, sebuah wilayah yang klaim kemerdekaannya hanya diakui oleh Israel.

Somalia pernah menjadi basis bagi banyak serangan bajak laut di masa lalu, dengan puncaknya pada tahun 2011. Sejak itu, serangan tersebut telah berkurang seiring dengan pengerahan misi angkatan laut oleh Uni Eropa, India, dan negara-negara lain ke wilayah tersebut.

Di seberang Teluk Aden terdapat Yaman, di mana pemberontak Houthi yang dipersenjatai oleh Iran sebelumnya pernah menargetkan kapal-kapal pelayaran.

Pada hari Kamis, UKMTO mengatakan sebuah kapal penangkap ikan berbendera Somalia telah dibajak oleh 11 "individu bersenjata", dan sebuah kapal tanker pengangkut produk minyak secara terpisah diserbu oleh sebuah kelompok bersenjata.

"Secara keseluruhan, peristiwa-peristiwa ini mengindikasikan adanya ancaman pembajakan yang kredibel," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|