Bukti Minyak Sawit Lebih Efisien Vs Minyak Bunga Matahari-Rapeseed

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengklaim kelapa sawit masih menjadi tanaman penghasil minyak nabati paling efisien di dunia dibandingkan komoditas lain seperti kedelai maupun bunga matahari. Keunggulan sawit terlihat dari sisi produktivitas dan efisiensi lahan.

Direktur Perlindungan Perkebunan di Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Hendratmojo Bagus Hudoro menyebut rata-rata produktivitas sawit nasional saat ini mencapai sekitar 3,3 ton minyak per hektare.

"Kalau kita bandingkan dengan kedelai, produktivitasnya hanya sekitar 0,4 ton. Komoditas lain seperti bunga matahari dan rapeseed juga masih jauh di bawah sawit," kata Bagus dalam diskusi mengenai Sinergi Media untuk Sawit Berkelanjutan di Kementan, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, perbedaan tersebut menunjukkan bahwa sawit memiliki keunggulan signifikan dalam menghasilkan minyak nabati.

"Secara produktivitas, sawit jauh lebih unggul dibandingkan tanaman penghasil minyak lainnya," ujarnya.

Selain produktivitas, efisiensi penggunaan lahan juga menjadi faktor penting yang membuat sawit lebih kompetitif.

"Untuk menghasilkan satu ton minyak sawit, hanya dibutuhkan sekitar 0,26 sampai 0,3 hektare lahan," kata Bagus.

Sebagai perbandingan, tanaman minyak nabati lain membutuhkan lahan jauh lebih luas.

"Bunga matahari bisa membutuhkan sekitar 1,4 hektare untuk menghasilkan jumlah minyak yang sama, rapeseed juga sekitar 1,4 hektare, sementara kedelai bahkan bisa mencapai 2 hektare," ujarnya.

Efisiensi ini menjadikan sawit sebagai komoditas strategis bagi banyak negara pengimpor minyak nabati. Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari sisi luas perkebunan sawit.

"Saat ini luas kebun sawit kita sekitar 16 juta hektare lebih. Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan areal sawit terbesar di dunia," katanya.

Namun demikian, ia menilai potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

"Produksi kita saat ini sekitar 47 juta ton, sementara potensinya masih bisa jauh lebih besar. Artinya kita masih punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi penting karena struktur pengelolaan kebun sawit di Indonesia cukup beragam.

"Perkebunan sawit kita dikelola oleh berbagai pihak, baik swasta, BUMN maupun petani rakyat," kata Hendratmojo.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga daya saing sawit Indonesia di pasar global.

"Dengan keunggulan produktivitas dan efisiensi lahan yang kita miliki, sawit sebenarnya punya posisi sangat kuat di pasar minyak nabati dunia," ujarnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|