Casey Stoner Selesai Operasi Tulang Punggung Setelah 20 Tahun Menderit

19 hours ago 6

Jumali

Jumali Jum'at, 24 Juli 2026 08:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Legenda MotoGP, Casey Stoner, akhirnya dapat bernapas lega setelah menjalani operasi tulang punggung yang telah mengganggunya selama lebih dari 20 tahun.

Pembalap asal Australia yang pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2012 itu selama bertahun-tahun menderita cedera yang membuatnya harus mengakhiri karier lebih awal dari pembalap pada umumnya.

Dari serangkaian cedera yang pernah dialami, masalah tulang punggung muncul ketika ia mengalami kecelakaan pada 2003 di Kejuaraan Dunia 125cc.

Keputusan untuk menjalani operasi akhirnya diambil setelah rasa sakit yang ia rasakan dalam enam bulan terakhir menjadi tak tertahankan. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar Stoner yang selama ini mengikuti perjuangannya melawan cedera.

Melalui unggahan di akun Instagramnya, Stoner memamerkan kondisinya selepas operasi. Ia menceritakan bagaimana awal mula cedera itu terjadi.

"Semuanya berawal dari kecelakaan pada 2003, ketika saya menabrak tumpukan jerami dengan kepala terlebih dahulu. Benturan itu menekan tulang belakang saya, dan meskipun saya berusaha sebaik mungkin selama lebih dari 20 tahun, beberapa tahun terakhir dan enam bulan terakhir menjadi tak tertahankan lagi. Sampai pada titik di mana operasi adalah satu-satunya pilihan yang realistis," kata Stoner dalam keterangannya.

Pengakuan ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan yang ia hadapi selama dua dekade. Cedera yang awalnya mungkin tampak ringan ternyata berkembang menjadi masalah kronis yang mengganggu kualitas hidupnya.

Juara dunia MotoGP dua kali itu bersyukur operasi yang dilakukan benar-benar meredakan nyeri tulang punggung yang selama ini mengikutinya. "Pemulihan memang mengalami pasang surut, tetapi secara keseluruhan punggung saya tidak pernah terasa sebaik ini selama yang saya ingat," ujarnya.

Stoner bahkan mengungkapkan bahwa ia baru menyadari betapa parahnya kondisinya selama ini.

"Yang paling mengejutkan saya adalah menyadari bahwa ketika saya mengira punggung saya terasa 'baik' sebelumnya, saya masih hidup dengan rasa sakit yang konstan. Baru sekarang saya merasakan bagaimana rasanya tidak sakit punggung sama sekali," tutur Stoner dengan penuh rasa syukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|