CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan

9 hours ago 9

CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan

GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA— PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membukukan kinerja positif pada kuartal II-2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar, meningkat 47% dibandingkan kuartal sebelumnya, sekaligus berbalik dari posisi rugi pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pesat bisnis Financial Technology (Fintech) yang untuk pertama kalinya mencatat profitabilitas lebih tinggi dibandingkan lini On-demand Services (ODS).

Selain mencetak laba selama dua kuartal berturut-turut, GoTo juga berhasil meningkatkan EBITDA Grup yang disesuaikan hingga melampaui Rp1 triliun, menandai capaian baru bagi perusahaan.

Fintech Jadi Motor Pertumbuhan GoTo

Chief Executive Officer (CEO) GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya.”

Menurut Hans, perkembangan bisnis Fintech menjadi salah satu pendorong utama peningkatan kinerja perusahaan sepanjang kuartal II-2026.

GoTo Nilai Dampak Kebijakan Komisi 8% Masih Terkendali

Dalam pemaparan kinerja perusahaan, Hans juga menyinggung implementasi kebijakan komisi 8% yang mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Setelah berjalan sekitar satu bulan, manajemen menilai kondisi operasional perusahaan tetap stabil.

“Meski penyesuaian ini tidak mudah, kami percaya dampaknya dapat kami kelola dengan baik,” jelas Hans.

ODS Tetap Tumbuh dengan Perbaikan Margin

Lini bisnis On-demand Services (ODS) yang menaungi layanan Gojek tetap memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan. Pada kuartal II-2026, pendapatan bersih ODS mencapai Rp3,6 triliun.

Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan dari segmen tersebut tercatat sebesar Rp464 miliar, meningkat 41% secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan juga membukukan peningkatan margin pada dua segmen utama.

Segmen delivery, yang mencakup GoFood dan GoSend, mencatat kenaikan margin menjadi 2,1% dibandingkan 1,8% pada tahun sebelumnya. Adapun segmen mobility, yang meliputi GoRide dan GoCar, meningkatkan margin menjadi 5,0% dari 3,0% pada periode yang sama tahun lalu.

EBITDA Fintech Lampaui ODS untuk Pertama Kali

Di sisi lain, bisnis Financial Technology (Fintech) yang dikenal melalui GoPay mencatat pertumbuhan paling signifikan. Pendapatan bersih segmen ini meningkat 53% YoY hingga melampaui Rp2 triliun pada kuartal II-2026.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti lonjakan profitabilitas. EBITDA yang disesuaikan dari bisnis Fintech mencapai Rp481 miliar, melonjak 447% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, capaian EBITDA yang disesuaikan dari Fintech melampaui lini ODS. Manajemen GoTo memanfaatkan momentum tersebut untuk menyesuaikan proyeksi kinerja sepanjang 2026.

Target Fintech Naik, ODS Disesuaikan

GoTo mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun hingga akhir tahun.

Namun, perseroan menaikkan target EBITDA Fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun. Di sisi lain, target EBITDA ODS disesuaikan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun, seiring dampak implementasi kebijakan komisi 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|