Dana Ditahan Israel, RS di Palestina Lumpuh

3 hours ago 2

Tahanan Palestina yang dibebaskan sebagai bagian gencatan senjata tiba di Jalur Gaza melalui penyeberangan Kerem Shalom, mencapai Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, Senin (13/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Sektor kesehatan di Palestina menghadapi keruntuhan.  Persatuan Rumah Sakit Swasta dan Non-Pemerintah di Palestina mengeluarkan peringatan keras mengenai dampak mematikan bagi sistem layanan kesehatan akibat krisis keuangan akut yang dipicu oleh tindakan Israel menahan dana pendapatan pajak Palestina.

Selama hampir sebelas bulan terakhir, Israel telah menahan seluruh pendapatan clearance Palestina. Padahal, dana tersebut mencakup sekitar 68 persen dari total pendapatan Kementerian Keuangan Palestina. Kebijakan ini menciptakan tekanan finansial luar biasa yang melumpuhkan kemampuan operasional fasilitas medis di seluruh wilayah Palestina.

Bukan sekadar kasus terisolasi

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (30/3/2026), persatuan tersebut menekankan bahwa kesulitan finansial yang dialami Rumah Sakit Universitas Nasional An-Najah bukanlah kasus tunggal. Kondisi ini mencerminkan realitas pahit yang dihadapi oleh seluruh rumah sakit swasta dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Palestina.

Akumulasi utang pemerintah yang belum terbayar serta keterlambatan pembayaran yang berkepanjangan telah menempatkan rumah sakit pada titik nadir. Banyak fasilitas medis kini mencapai batas maksimal pinjaman bank dan kesulitan mengamankan pasokan obat-obatan serta peralatan medis dasar.

"Situasi ini memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seluruh sektor kesehatan berisiko harus mengurangi atau bahkan menghentikan sebagian layanan vitalnya," tulis pernyataan tersebut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|