Didukung Publik Istora, Putri KW Balas Kekalahan dari Michelle Li di Indonesia Open

9 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani berhasil melangkah ke babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026 setelah menaklukkan wakil Kanada Michelle Li dalam pertarungan tiga gim di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Putri harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dengan skor 12-21, 21-18, 21-16. Hasil tersebut sekaligus menjadi ajang revans bagi Putri setelah sebelumnya kalah dari Michelle Li pada Piala Uber 2026 dengan skor 21-16, 11-21, 16-21.

Pada gim pertama, Putri kesulitan mengembangkan permainan dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Michelle Li mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengendalikan pertandingan dan merebut gim pembuka dengan skor cukup meyakinkan.

Memasuki gim kedua, permainan Putri mulai membaik. Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu tampil lebih sabar dalam membangun serangan dan berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan setelah menang 21-18.

Momentum positif tersebut berlanjut pada gim ketiga. Meski sempat tertinggal di awal pertandingan, Putri mampu bangkit dan membalikkan keadaan berkat permainan yang lebih tenang serta dukungan penuh publik Istora.

Usai pertandingan, Putri mengaku mencoba mengubah pendekatan permainan pada gim ketiga. Ia memilih untuk tidak terlalu banyak mengangkat bola dan lebih percaya diri memainkan reli-reli pendek di depan net.

"Keburu-buru dan memang banyak mati juga di poin terakhir. Untuk gim ketiga, lebih tidak banyak main bola atas dan lebih percaya diri untuk main setengah ke depan," ujar Putri.

Kemenangan ini mengantarkan Putri ke delapan besar turnamen level Super 1000 untuk menghadapi lawan yang lebih berat, yakni mantan juara Olimpiade asal China, Chen Yufei.

Menghadapi laga tersebut, Putri menegaskan fokus utama yang harus dipersiapkan adalah mental dan ketahanan fisik. Ia menyadari pertandingan melawan pemain papan atas dunia akan menuntut konsentrasi dan daya juang yang lebih besar.

"Untuk besok melawan Chen Yufei, aku ingin menyiapkan mental dan pikiran. Fokus harus lebih dari hari ini dan harus lebih siap capek lagi daripada hari ini," katanya.

Putri juga tidak menutupi ambisinya untuk meraih hasil terbaik di hadapan publik sendiri. Namun, ia memilih menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani target yang berlebihan.

"Kalau untuk ambisinya, pasti aku ingin naik podium di sini. Tapi ambisi itu tidak boleh terlalu membuat pede. Jadi aku lebih enjoy menjalaninya," ujar Putri.

Menurut dia, dukungan suporter di Istora menjadi salah satu faktor penting yang membantunya bangkit saat berada dalam tekanan. Sorakan penonton terus terdengar ketika dirinya tertinggal pada gim ketiga.

"Sangat luar biasa. Ketika tertinggal, saya mendengar suporter yang selalu mendukung. Itu menjadi motivasi untuk saya," kata Putri.

Di perempat final, Putri akan menghadapi tantangan besar karena belum pernah mengalahkan Chen Yufei dalam pertemuan sebelumnya. Meski demikian, ia berharap kesempatan bermain di kandang sendiri bisa menjadi momentum untuk memutus rekor tersebut.

"Saya ingin pecah telur juga. Besok bermain di rumah sendiri, penonton juga masih mendukung saya. Saya ingin bermain lebih baik lagi dan tentunya bisa menang," ujar Putri.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|