'Turki Siap Perkuat Negara Muslim'

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sukar dipungkiri, Turki belakangan kian mengambil peran di percaturan internasional. Kekuatan negosiasi negara tersebut diperhitungkan mulai dari ikut meredam eskalasi di Timur Tengah hingga pembebasan aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik Israel. 

Pada Selasa (23/6/2026), tim Republika dijamu Duta Besar Turki untuk Indonesia Prof Talip Küçükcan di Kedubes Turki di Jakarta untuk bicara banyak soal peran negaranya di kancah global. Berikut petikan wawancara yang berlangsung dengan hangat tersebut.

Pertama-tama, kami ingin menyampaikan terima kasih atas peran Turki dalam pembebasan rekan kami yang ikut dalam Global Sumud Flotilla dan sempat ditahan Israel. Bisakah Anda menjelaskan bagaimana proses diplomatik yang dilakukan hingga mereka dibebaskan?

Terima kasih telah datang ke Kedutaan Besar Turki. Saya juga berterima kasih karena Anda memilih Kedutaan Besar Turki dan saya pribadi untuk wawancara penting ini.

Pertama, kita perlu melihat tujuan dari pelayaran kemanusiaan tersebut. Para peserta flotilla ingin menyuarakan penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang selama hampir dua tahun terakhir terus dibombardir Israel. Lebih dari 50 ribu orang kehilangan nyawa. Gaza juga diblokade sehingga masyarakat kekurangan makanan, obat-obatan, dan air bersih.

Tujuan utama para peserta Global Sumud Flotilla adalah mengangkat persoalan tersebut ke perhatian dunia sekaligus berupaya memecah kebuntuan yang terjadi. Karena itu saya ingin menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta misi ini, termasuk sembilan warga Indonesia yang dengan berani ikut serta meskipun harus mempertaruhkan keselamatan mereka.

Bagi kami, ini merupakan peristiwa bersejarah. Agresi Israel dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya harus terus disuarakan, termasuk oleh organisasi masyarakat sipil.

Terkait pembebasan para peserta yang ditahan Israel, Turki memainkan peran penting karena kami merupakan negara yang berada di kawasan tersebut. Kementerian Luar Negeri, pejabat pemerintah, dan badan intelijen Turki melakukan berbagai upaya komunikasi dan negosiasi dengan pihak Israel melalui sejumlah jalur.

Meskipun saat ini Turki tidak memiliki hubungan diplomatik maupun hubungan dagang dengan Israel, kami tetap harus mencari cara untuk melindungi para peserta flotilla dan juga memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina. Kami ingin membantu Palestina, mengirimkan makanan dan obat-obatan, serta berkontribusi dalam rekonstruksi Gaza. Karena itu diplomasi harus dijalankan secara cermat dan efektif.

Turki memiliki pengalaman panjang dalam operasi pemulangan warga negara. Saat Arab Spring misalnya, Turki membantu ribuan orang dari berbagai negara untuk kembali ke tanah air mereka. Dari Libya saja, lebih dari 20 ribu orang berhasil direpatriasi berkat upaya Turki.

Beberapa tahun lalu, Turki juga berperan dalam proses pertukaran tahanan yang melibatkan Rusia dan sejumlah negara Eropa. Kementerian Luar Negeri dan badan intelijen Turki memainkan peran penting dalam upaya tersebut.

Karena dunia saat ini dipenuhi konflik dan ketegangan, Turki berusaha memainkan peran mediator. Kami berinvestasi besar dalam diplomasi dan mediasi sehingga menjadi negara yang dipercaya banyak pihak.

Lihatlah konflik Rusia-Ukraina. Turki menjadi salah satu negara yang berhasil mempertemukan kedua pihak untuk pertama kalinya, baik melalui Antalya Diplomacy Forum maupun berbagai pertemuan di Istanbul. Turki termasuk sedikit negara yang masih bisa berbicara dengan kedua pihak dan memiliki pengaruh yang cukup untuk mendorong terciptanya perdamaian.

Menurut Anda, apa yang membuat Turki menjadi negosiator yang efektif di panggung internasional?

Salah satu faktor utamanya adalah posisi Turki sebagai jembatan. Bukan hanya jembatan geografis, tetapi juga jembatan politik dan budaya.

Turki berada di persimpangan berbagai peradaban dan kawasan. Kami merupakan bagian dari Timur Tengah, Eropa, Afrika Utara, serta berada di antara Laut Hitam, Laut Aegea, dan Laut Mediterania. Semua kawasan itu memiliki dinamika konflik dan ketegangan yang tinggi.

Karena itulah Turki terbiasa menghadapi berbagai konflik dan memiliki kapasitas untuk membantu meredakannya.

Selain itu, sebuah negara mediator harus memiliki pengaruh. Pengaruh tersebut lahir dari visi kepemimpinan. Sejak Presiden Recep Tayyip Erdoğan memimpin Turki, kapasitas tersebut semakin diperkuat.

Kami memiliki organisasi masyarakat sipil yang aktif, komunitas bisnis yang kuat, media yang berpengaruh, dan institusi pemerintahan yang bekerja ke arah yang sama. Ketika semua elemen itu bersatu dengan tujuan menciptakan perdamaian, hasilnya menjadi lebih efektif.

Faktor lain adalah kepercayaan. Presiden Erdoğan telah memimpin selama hampir seperempat abad dan berinteraksi dengan banyak pemimpin dunia. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menepati komitmen. Kepercayaan itulah yang membuat Turki mampu memainkan peran penting dalam mediasi dan penyelesaian konflik, baik di kawasan maupun di tingkat global.

Dengan kemampuan tersebut, apakah Turki layak menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB?

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|