DPAD DIY: Bedah Buku Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

5 hours ago 2

 Bedah Buku Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Acara diskusi bedah buku Pilar-Pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa di SDIT Kholid Bin Walid Piyungan, Senin (27/4 - 2026).

JOGJA-Kegiatan bedah buku kembali digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD). Kali ini berlangsung di SDIT Kholid Bin Walid Piyungan, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Jumat (27/6/2026) dengan buku yang dibedah berjudul Pilar-Pilar Permbedayaan Masyarakat Desa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis pengetahuan.

Kepala DPAD DIY, Syam Arjayanti, menyampaikan program bedah buku tahun ini menjangkau ratusan titik di wilayah DIY dengan beragam tema yang disesuaikan kebutuhan masyarakat. “Pada tahun ini ada 200 titik untuk bedah buku dengan judul yang beraneka ragam. Saat ini baru berjalan sekitar 40 titik, jadi masih seperlimanya,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan kegiatan bedah buku tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memahami, menganalisis, hingga mengimplementasikan isi buku dalam kehidupan sehari-hari. “Harapan kami, masyarakat tidak hanya membaca, tapi juga mengulas isi buku, menganalisis, bahkan meneliti. Dari situ nanti bisa berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan sesuai dengan potensi lokal masing-masing wilayah. Dengan demikian, hasil dari literasi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas produktif.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai program bedah buku memiliki peran penting dalam menghubungkan literasi dengan praktik di lapangan. Ia mencontohkan pengalaman sebelumnya saat kegiatan serupa mengangkat tema pertanian, yang kemudian berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satunya terkait dengan metode penanaman padi yang diperkenalkan melalui buku dan didiskusikan bersama.

“Ketika bedah buku menghadirkan narasumber dari praktisi, termasuk perbankan dan pertanian, masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Amir menyebut pendekatan tersebut mampu membantu masyarakat, terutama di wilayah perdesaan, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia juga menyinggung pentingnya inovasi dalam sektor pertanian dan komoditas lokal agar memberikan nilai tambah.

Menurutnya, kegiatan bedah buku menjadi salah satu cara efektif untuk menjembatani pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Di sisi lain, penulis buku Pilar-Pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa, Jidda Rabbani, menegaskan bahwa buku yang ditulisnya memang ditujukan sebagai panduan praktis bagi desa dalam membangun kemandirian. “Harapannya buku ini bisa menjadi acuan bagi kelurahan supaya bisa mandiri. Masyarakat harus jadi aktor perubahan untuk desa yang lebih maju,” katanya. 

Ia menekankan pemberdayaan desa harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan kapasitas yang baik, masyarakat dapat mengelola potensi lokal secara optimal, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun budaya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|