Tiga personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil) gugur akibat serangan militer Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Korban Pasukan Penjaga Perdamain di Lebanon (Unifil) dari Indonesia pada Senin (30/3/2026), bertambah tidak hanya satu orang. Setelah korban Praka Farizal Rhomadhon, kali ini dua prajurit TNI Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil juga gugur saat sedang bertugas.
Informasi yang didapatkan Republika, kedua korban serangan brutal militer Israel itu adalah Mayor Inf ZA dan Sertu I. Keduanya saat itu sedang berusaha mengevakuasi prajurit TNI lain yang terluka. Namun, dalam perjalanan konvoi itu diserang Zionis Israel. Berarti sudah tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon.
Dikutip dari The New York Times, dua pasukan penjaga perdamaian PBB yang sedang dalam konvoi gugur "terkena ledakan yang tidak diketahui asalnya" di Lebanon selatan. Hal itu masih ditambah beberapa prajurit TNI terluka.
Ledakan itu terjadi sehari setelah Sekjen PBB Antonio Guterres, mengutuk pembunuhan seorang Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia di Lebanon selatan. Wilayah yang dijaga Unifil selama ini menjdi lokasi pertempuran antara militer Israel dan pasukan Hizbullah. Intensitas bentrokan meningkat seiring dengan perluasan invasi darat pasukan Israel ke Lebanon.
Sekitar 10 ribu pasukan Unifil ditempatkan di wilayah tersebut. Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon didirikan pada 1978, seiring terjadi perang saudara di sana. Laporan The New York Times menunjukkan, dalam ledakan terbaru, konvoi yang menjadi korban sedang menuju antara dua pos yang dihantam senjata berat.
Hal itu menghancurkan kendaraan terdepan dan menewaskan Pasukan Penjaga Perdamaian dari Indonesia. Beberapa lainnya terluka, salah satunya serius, menurut laporan tersebut. "Ledakan itu, yang sekali lagi mengenai batalyon Unifil Indonesia, terjadi di dekat kota Bani Haiyyan di Lebanon selatan," kata laporan itu.
Tiga prajurit TNI gugur dalam 24 jam terakhir adalah yang pertama dalam insiden pertempuran di Lebanon. Hingga kini, pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden serangan itu.

5 hours ago
1
















































