Dubes Chile Temui Sultan, Jajaki Kerjasama Pendidikan-Kebencanaan

1 hour ago 4

Dubes Chile Temui Sultan, Jajaki Kerjasama Pendidikan-Kebencanaan

Duta Besar Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste Mario Ignacio Artaza Loyola ditemui Kompleks Kepatihan, Jumat (19/6/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Peluang kerja sama internasional kembali terbuka lebar bagi Daerah Istimewa Jogja. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Duta Besar Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Mario Ignacio Artaza Loyola, di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Jumat (19/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kolaborasi strategis antara DIY dan Chile, mulai dari sektor pendidikan, pertanian, budaya, hingga konstruksi bangunan tahan gempa.

Mario Ignacio mengungkapkan hubungan antara Chile dan Indonesia telah terjalin sejak lebih dari 200 tahun lalu, tepatnya sejak era perdagangan pada 1800-an. Ia menilai hubungan historis ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Salah satu kolaborasi yang telah berjalan adalah kerja sama riset antara Universitas Katolik di Chile dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Fokus riset meliputi isu perubahan iklim, gempa bumi, hubungan internasional, hingga sektor pertanian.

“UGM dan Catholic University of Chile juga mengembangkan kerja sama terkait Antarktika, khususnya dalam isu perubahan iklim global,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat diperluas melalui program pertukaran pelajar, mahasiswa, dan peneliti. Menurutnya, DIY memiliki potensi besar sebagai mitra strategis Chile di kawasan Asia Tenggara.

Tak hanya itu, Mario juga melihat peluang kerja sama di bidang konstruksi, khususnya pengembangan teknologi bangunan tahan gempa. Hal ini dinilai relevan karena Chile dan Indonesia sama-sama berada di kawasan Ring of Fire yang rawan aktivitas seismik.

Kedekatan emosional Mario dengan Jogja juga menjadi nilai tambah. Ia mengaku telah beberapa kali berkunjung dan tertarik dengan budaya lokal, termasuk batik dan produk UMKM seperti sandal kulit.

“Kami melihat Yogyakarta sebagai partner yang tepat. Ke depan akan dijajaki kerja sama sister city atau sister province,” katanya.

Rencana tersebut juga mendapat sambutan positif dari Gubernur DIY. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, menyampaikan bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X bahkan menginisiasi gagasan kerja sama sister province.

“Nanti akan kami carikan mitra yang sepadan antara Jogja dan wilayah di Chile agar kerja sama ini bisa berjalan optimal,” ujar Ghofar.

Ia menambahkan, penjajakan kerja sama ini masih dalam tahap awal. Namun, terdapat fakta historis menarik yang memperkuat hubungan kedua wilayah, yakni penggunaan tembaga asal Chile sebagai bahan baku gamelan di Jawa sejak sekitar tahun 1836.

Dengan berbagai kesamaan dan potensi yang dimiliki, kerja sama antara DIY dan Chile diharapkan dapat segera diwujudkan dalam program konkret yang saling menguntungkan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kebencanaan.

Kunjungan ini pun dipastikan bukan yang terakhir. Dalam waktu dekat, Dubes Chile dijadwalkan kembali ke Jogja untuk melanjutkan pembahasan kerja sama yang lebih mendalam, termasuk kunjungan pribadi bersama keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|