
Dukung Hilirisasi Bunga Telang, KWT Mawar Bunder Gunungkidul Dilatih Produksi Es Krim Berbasis Teknologi./ ist
GUNUNGKIDUL — Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar, Dusun Plosokerep, Kalurahan Bunder, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mendapat pendampingan pembuatan es krim berbahan dasar bunga telang (Clitoria ternatea) dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang digelar Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Selama ini, bunga telang yang tumbuh subur di Dusun Plosokerep dengan potensi panen mencapai 5 ton per tahun hanya dijual dalam bentuk mentah kepada pengepul dengan harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
Kondisi geografis dusun yang berbatu dan rawan longsor juga membuat warga sulit mengakses peralatan produksi berskala besar. Akibatnya, potensi ekonomi bunga telang belum tergarap secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, tim UTY bersama Pemerintah Kalurahan Bunder menginisiasi program hilirisasi bunga telang menjadi produk es krim yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Program tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan es krim.
Acara dibuka oleh Lurah Bunder Maryadi, didampingi Ledy Elsera Astrianty, S.Kom., M.Kom., selaku ketua tim pelaksana dari UTY. Dalam sambutannya, Maryadi menyambut baik program tersebut.
“Semoga kegiatan PkM ini tidak hanya bermanfaat bagi anggota KWT, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih besar, khususnya bagi warga Kalurahan Bunder,” ujar Maryadi.

Sebanyak 15 anggota KWT Mawar mengikuti pelatihan dengan antusias. Sesi pertama diisi Dewi Nopita, S.Par., M.Par., yang memaparkan materi sekaligus mendemonstrasikan proses pembuatan es krim menggunakan metode mixer.
Peserta diperkenalkan dengan tahapan pembuatan es krim, mulai dari mengekstraksi warna alami bunga telang hingga mencampurkannya dengan bahan lain menjadi adonan es krim.
Setelah demonstrasi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktikkan seluruh tahapan menggunakan bahan yang telah disiapkan tim. Proses tersebut meliputi penyeduhan dan penyaringan ekstrak bunga telang, pencampuran adonan, hingga memasukkannya ke mesin mixer untuk diproses menjadi es krim.
Rodhiyah Mardhiyyah, S.Kom., M.Kom., memandu jalannya praktik dan mendampingi setiap kelompok secara bergantian. Mahasiswa juga dilibatkan agar seluruh peserta dapat mengikuti dan memahami setiap tahapan dengan baik.
Selain praktik menggunakan mixer, peserta mendapat kesempatan mencoba langsung mengoperasikan mesin ice cream maker. Mereka mempraktikkan cara memasukkan adonan, mengatur proses pembekuan, hingga mengeluarkan hasil olahan.
Pengenalan langsung terhadap mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri anggota KWT untuk mengoperasikannya secara mandiri dalam kegiatan produksi ke depan.
Ketua KWT Mawar, Sudarmi, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan dan berharap program serupa dapat terus berlanjut.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dengan kreasi lainnya sehingga dapat memajukan usaha KWT Mawar,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, tim UTY turut menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada KWT Mawar. Peralatan tersebut berupa satu unit deep freezer, mesin hard ice cream merek GEA dan Wirastar, serta satu unit mesin snow ice cream.
Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan warga untuk mempraktikkan hasil pelatihan sekaligus mendukung pengembangan produksi es krim berbahan bunga telang.
Setelah adonan es krim buatan anggota KWT dan hasil olahan mesin selesai dibekukan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi uji organoleptik. Peserta bersama tim dosen mencicipi dan menilai produk es krim yang dihasilkan dari kedua metode tersebut berdasarkan aspek rasa, tekstur, warna, dan aroma.
Sesi tersebut menjadi ajang evaluasi awal sekaligus memberikan masukan langsung dari calon konsumen terhadap kualitas produk yang dikembangkan.
Program ini juga menggandeng Karang Taruna Surya Muda yang akan berperan dalam mengelola pemasaran digital melalui aplikasi Mobile Augmented Reality bernama ARCTIC yang tengah dikembangkan tim UTY.
Melalui program hilirisasi tersebut, nilai jual bunga telang ditargetkan meningkat hingga 100% dibandingkan dengan penjualan dalam bentuk mentah. Program ini sekaligus diharapkan membuka peluang usaha baru bagi warga Dusun Plosokerep dan mendorong KWT Mawar mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































