REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ubi kayu mulai didorong masuk rantai industri untuk menopang ketahanan pangan dan energi nasional. Penguatan tidak lagi berhenti di budi daya, tetapi diarahkan ke hilirisasi hingga pengolahan bioetanol.
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyiapkan pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk komoditas ini. Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan, model yang disiapkan mencakup peningkatan produktivitas di kebun hingga penguatan industri pengolahan.
"Program ini dirancang sebagai model pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir,” kata Denaldy dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).
Pada sisi hulu, perusahaan fokus pada optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul yang adaptif. Sementara di hilir, penguatan diarahkan pada industri bioetanol melalui kerja sama operasional di fasilitas pabrik di Lampung.
“Program ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Denaldy.
Ia menilai ubi kayu memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai komoditas pangan tetapi juga bahan baku energi. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan menyeluruh agar rantai nilai terbentuk dan efisien.
PTPN III juga menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah, petani, hingga pelaku industri untuk memastikan pasokan bahan baku dan keberlanjutan produksi. Di Lampung, perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, asosiasi petani, serta mitra industri pengolahan.
“Pertemuan tersebut melibatkan pemerintah daerah, petani, hingga mitra operasional untuk memastikan kesiapan implementasi,” kata Denaldy.
Selain itu, penguatan riset dilakukan bersama perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk meningkatkan produktivitas, termasuk melalui pengembangan varietas dan teknik budidaya.
Pengembangan industri bioetanol dinilai berpotensi menciptakan efek ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan nilai tambah komoditas pertanian.
PTPN III menilai integrasi hulu-hilir menjadi kunci agar komoditas seperti ubi kayu tidak hanya menjadi bahan mentah, tetapi masuk ke rantai industri yang lebih luas dan bernilai tambah.

4 hours ago
2














































