Dunia Demam Emas, Ternyata Ini Tempat Penyimpanannya

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Demam emas global mendorong bank sentral dunia menghadapi dilema baru terkait lokasi penyimpanan cadangan mereka. Nilai dan fungsi emas sebagai lindung nilai terhadap risiko global sangat bergantung pada di mana logam mulia tersebut disimpan.

Melansir The New York Times, selama ini, dua pusat penyimpanan emas terbesar dunia berada di New York dan London, masing-masing dikelola oleh Federal Reserve Bank of New York dan Bank of England. Kedua kota tersebut juga menjadi pusat perdagangan emas global dengan rekam jejak penyimpanan yang aman selama lebih dari satu abad.

Tercatat lebih dari 500.000 batang emas tersimpan di Federal Reserve New York hingga akhir 2024, menjadikannya salah satu gudang emas moneter terbesar di dunia. Meski sempat mencapai puncaknya pada 1973, peran emas dalam sistem keuangan global mulai berkurang setelah Amerika Serikat melepas standar emas sebagai penopang dolar.

Sejak 1970, bank sentral di negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa cenderung menjual lebih banyak emas dibanding membeli. Namun demikian, hingga akhir 2024 mereka masih menguasai sekitar 57% cadangan emas global, dengan Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Prancis sebagai pemilik terbesar.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara berkembang justru menjadi pembeli utama emas, seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi cadangan. Meski begitu, isu lokasi penyimpanan kini menjadi perhatian, terutama bagi negara yang khawatir terhadap risiko geopolitik dan potensi sanksi.

Kekhawatiran ini semakin meluas setelah ketegangan geopolitik global meningkat, termasuk dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa. Sejumlah pihak di Eropa mulai mempertanyakan apakah cadangan emas sebaiknya disimpan di dalam negeri demi keamanan strategis.

Sebagai contoh, Jerman dan Italia telah mendiversifikasi lokasi penyimpanan emasnya antara domestik, New York, dan London. Meski demikian, kedua negara tersebut menegaskan belum memiliki rencana untuk memulangkan seluruh cadangan emas ke dalam negeri.

Salah satu alasan utama tetap menyimpan emas di New York dan London adalah faktor keamanan yang telah teruji. Hingga kini, tidak pernah terjadi pencurian emas dari kedua brankas tersebut, bahkan dalam kondisi ekstrem seperti Perang Dunia II ketika emas London sempat dipindahkan secara rahasia ke Kanada.

Selain itu, faktor likuiditas juga menjadi pertimbangan penting karena kedua kota tersebut merupakan pusat transaksi emas global. Dengan menyimpan emas di sana, bank sentral dapat dengan mudah melakukan jual beli tanpa perlu memindahkan fisik emas.

Lebih dari 60 bank sentral diketahui menyimpan emas di Bank of England, yang memiliki sekitar 430.000 batang emas dalam sembilan brankas. Sistem ini memungkinkan transaksi antarbank sentral dilakukan secara efisien tanpa perpindahan fisik emas.

Sejumlah negara mulai menyesuaikan strategi penyimpanan mereka seiring peningkatan cadangan emas. India misalnya menambah cadangan emas sekaligus mengurangi porsi penyimpanan di luar negeri, sementara Turki pernah memindahkan seluruh emasnya dari New York dan Swiss ke dalam negeri sebelum kembali menempatkan sebagian di London.

Polandia juga berencana menyeimbangkan lokasi penyimpanan antara domestik, New York, dan London demi memperkuat ketahanan nasional. Sementara itu, Republik Ceko justru memilih menyimpan sebagian besar emasnya di London untuk memanfaatkan peluang transaksi dan pendapatan dari peminjaman emas.

Di sisi lain, transparansi lokasi penyimpanan masih menjadi isu karena banyak bank sentral merahasiakan informasi tersebut. Negara seperti China dan Brasil diketahui menambah cadangan emas, namun tidak mengungkapkan secara rinci lokasi penyimpanannya.

Meski dominasi New York dan London masih kuat, pusat keuangan seperti Hong Kong mulai berupaya menjadi alternatif baru penyimpanan emas global. Ke depan, tren pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan terus meningkat, menjadikan strategi lokasi penyimpanan sebagai faktor krusial dalam pengelolaan cadangan devisa.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|