Dunia Respons AS-Iran Gencatan Senjata, Sebut Ini

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia internasional memberikan respons beragam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran secara mengejutkan menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, di mana kedua belah pihak sama-sama mengklaim kemenangan dalam konflik yang telah memicu ketegangan global tersebut.

Mengutip laporan dari AFP pada Rabu (08/04/2026), kesepakatan ini memicu gelombang optimisme sekaligus peringatan dari berbagai pemimpin negara yang berharap stabilitas di Timur Tengah dapat segera pulih sepenuhnya. Berikut daftar negara yang sudah bereaksi terkait hal ini:

Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan menyambut baik langkah gencatan senjata ini dengan harapan besar bahwa kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan yang sangat krusial bagi perdagangan energi dunia tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam pernyataan resminya mengungkapkan harapan agar negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran dapat menghasilkan perdamaian yang permanen bagi kawasan Timur Tengah.

"Pemerintah Korea Selatan berharap negosiasi antara kedua belah pihak akan diselesaikan dengan sukses dan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah akan dipulihkan sejak dini," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Selain itu, Negeri Gingseng juga menyoroti pentingnya keamanan di Selat Hormuz bagi kapal-kapal mereka yang melintas agar terhindar dari ancaman konflik bersenjata yang sempat memanas.

"Pemerintah Korea Selatan berharap navigasi bebas dan aman bagi semua kapal, termasuk milik Korea Selatan, melalui Selat Hormuz akan segera dipastikan, dan akan terus menjalin komunikasi serta konsultasi dengan negara-negara terkait untuk tujuan ini," tambah kementerian tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut pengumuman jeda pertempuran ini, namun ia juga memberikan peringatan keras agar seluruh pihak tidak berhenti di sini dan harus segera merancang perdamaian jangka panjang.

Melalui juru bicaranya, Guterres menegaskan bahwa periode dua minggu ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut di kawasan tersebut.

"Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua minggu oleh Amerika Serikat dan Iran," ungkap juru bicara Guterres dalam sebuah pernyataan resmi.

Guterres juga mendesak semua aktor yang terlibat dalam konflik untuk tunduk pada hukum internasional dan menghormati poin-poin kesepakatan yang telah dibuat demi terciptanya kedamaian yang menyeluruh.

"Dia mendesak semua pihak dalam konflik saat ini di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut," tegas juru bicara tersebut.

Australia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese turut memberikan perhatian serius terhadap dampak ekonomi global yang bisa ditimbulkan jika perang ini kembali berlanjut setelah masa gencatan senjata berakhir.

Pihak Australia memperingatkan bahwa semakin lama konflik ini berlangsung, maka semakin besar beban biaya kemanusiaan dan guncangan yang akan dirasakan oleh stabilitas ekonomi dunia.

"Australia ingin melihat gencatan senjata ditegakkan dan resolusi atas konflik tersebut," kata kantor Perdana Menteri Albanese dalam sebuah pernyataan.

Pihak Albanese juga terus menyuarakan perlunya perlindungan terhadap warga sipil yang menjadi korban paling terdampak dari ketegangan antara AS dan Iran ini.

"Kami terus menyerukan kepada semua pihak untuk menegakkan hukum kemanusiaan internasional dan melindungi kehidupan warga sipil," tambah pernyataan dari kantor Albanese.

Selandia Baru

Senada dengan Australia, Selandia Baru melihat gencatan senjata ini sebagai kabar yang mendorong, namun Menteri Luar Negeri Winston Peters mengingatkan bahwa pekerjaan besar masih menanti di depan mata.

Pemerintah Selandia Baru menggarisbawahi bahwa kesepakatan dua minggu ini hanyalah awal yang sangat awal dan masih memerlukan komitmen yang jauh lebih kuat untuk benar-benar mengakhiri perang.

"Meskipun ini adalah berita yang menyemangati, masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengamankan gencatan senjata yang langgeng," ujar juru bicara Peters.

Peters juga menegaskan komitmen negaranya untuk terus berada di barisan pendukung upaya diplomasi internasional demi mengakhiri kekerasan di Timur Tengah.

"Dalam beberapa hari dan minggu mendatang, Selandia Baru akan mendukung semua upaya untuk mewujudkan akhir yang permanen dan tahan lama bagi konflik ini," jelas juru bicara tersebut.

Jepang

Jepang, sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia yang sangat bergantung pada pasokan minyak mentah, menekankan bahwa langkah-langkah konkret harus segera diambil untuk meredakan krisis di Selat Hormuz.

Sebagai importir minyak terbesar kelima di dunia di mana 70 persen pasokannya berasal dari wilayah tersebut sebelum perang pecah, Jepang sangat berkepentingan atas keamanan jalur maritim tersebut.

"Hal yang paling penting adalah langkah-langkah konkret akan diambil untuk meredakan situasi, termasuk memastikan keselamatan navigasi melalui Selat Hormuz," tegas juru bicara pemerintah Jepang Minoru Kihara.

Kihara juga menyatakan bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar yang harus segera difinalisasi agar tidak ada lagi gangguan pada jalur logistik energi global.

"Kami berharap kesepakatan akhir akan dicapai melalui diplomasi dalam waktu dekat," ungkap Kihara.

Irak

Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan dukungannya terhadap langkah AS-Iran ini namun meminta kedua belah pihak untuk melakukan dialog yang lebih serius dan menyentuh akar permasalahan.

Irak berharap langkah positif ini tidak hanya menjadi jeda sementara, melainkan menjadi momentum untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hancur akibat konflik panjang.

Melalui unggahan di platform X, kementerian tersebut menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog yang serius dan berkelanjutan yang mengatasi akar penyebab perselisihan dan memperkuat rasa saling percaya.

Pakistan

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan kabar yang lebih luas, di mana menurutnya kesepakatan gencatan senjata ini mencakup seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon.

Sharif mengekspresikan kegembiraannya atas pengumuman gencatan senjata yang diklaim berlaku efektif segera di semua lini di mana aliansi kedua negara bertempur.

"Saya senang mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyepakati gencatan senjata segera di mana-mana termasuk Lebanon dan tempat lainnya, BERLAKU SEGERA," tulis Sharif melalui akun X miliknya.

Namun demikian, klaim Sharif mengenai keterlibatan Lebanon dalam gencatan senjata ini sempat dibayangi pernyataan dari pihak Israel yang menyebutkan bahwa gencatan senjata dua minggu tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|