Ekonom UKDW Dorong Pemerintah Memulihkan Kepercayaan Investor

5 hours ago 4

Ekonom UKDW Dorong Pemerintah Memulihkan Kepercayaan Investor

Foto ilustrasi penukaran uang rupiah untuk kebutuhan Lebaran. - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Pelemahan nilai tukar rupiah yang diikuti penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai menjadi sinyal kuat menurunnya kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia.

Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Fakultas Bisnis UKDW, Purnawan Hardiyanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi karena banyak investor melepas aset mereka di pasar saham. Dana hasil penjualan tersebut kemudian dialihkan ke mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang dianggap lebih aman.

Menurut Purnawan, fenomena ini menunjukkan kecenderungan capital flight atau pelarian modal ke luar negeri, terutama oleh investor asing yang mulai ragu menanamkan dananya di Indonesia.

“Investor ramai-ramai menjual saham lalu mengonversi dananya ke dolar AS. Ini menandakan kepercayaan terhadap aset domestik semakin melemah,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai Bank Indonesia (BI) saat ini berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, BI harus menjaga stabilitas rupiah agar tidak terus melemah. Namun di sisi lain, intervensi yang terlalu agresif berisiko menggerus cadangan devisa secara signifikan.

“BI seperti tidak berdaya menghadapi kondisi ini. Kalau terus intervensi, cadangan devisa bisa terkuras, sementara kepercayaan investor belum pulih,” jelasnya.

Purnawan juga mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp20.000 per dolar AS. Kondisi tersebut dipastikan akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat karena harga barang, terutama yang bergantung pada impor, akan melonjak.

“Jika rupiah tembus Rp20.000, daya beli masyarakat bisa langsung terpukul. Subsidi pemerintah, termasuk BBM, juga akan semakin terbatas,” tegasnya.

Untuk mengatasi situasi ini, Purnawan menekankan pentingnya pemulihan kepercayaan investor sebagai langkah utama. Ia mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekonomi serta memastikan kebijakan yang diambil mampu memberikan kepastian bagi pasar.

“Solusinya hanya satu, kembalikan kepercayaan investor. Pilih orang yang tepat untuk mengelola ekonomi dan segera perbaiki pengelolaan keuangan negara,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi sejumlah program pemerintah yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyarankan agar program yang tidak tepat sasaran dihentikan.

Purnawan juga menyoroti kebijakan ekspor mineral yang dinilai kurang dipercaya pasar, serta mendorong agar pengawasan keuangan negara diperketat guna mencegah kebocoran anggaran.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan independen sebagai faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.

“Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih. Aparat penegak hukum tidak boleh dijadikan alat politik,” pungkasnya.

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis agar stabilitas ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan investor dapat kembali pulih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|