Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang ibu dari empat anak Elon Musk, Shivon Zilis bercerita soal donor sperma yang diterimanya pada 2020. Kesepakatan itu hadir saat dia masih berada di dalam lingkungan kerja miliarder tersebut.
Zilis diketahui bekerja dalam beberapa perusahaan terkait Musk, yakni OpenAI dan Neuralink. Bahkan dia tetap berada di kursi dewan OpenAI hingga 2023 jauh setelah Musk meninggalkan perusahaan.
Saat itu, Zilis bekerja juga di Neuralink. Namun dia disebut berhasil mengatasi konflik kepentingan dengan Musk.
Dia membantah memberikan informasi kepada Musk bahkan setelah hubungannya tak lagi hanya profesional.
Donor sperma itu ditawari Zilis pada 2020 untuk kampanye mengatasi penurunan populasi. Dia yang sangat ingin menjadi ibu menerima kesepakatan platonis tersebut, dikutip dari Gadget Review, Senin (11/5/2026).
Anak kembarnya dikandung melalui IVF lahir. Awalnya kehadiran anak-anak itu tidak diketahui publik, baik keluarga maupun lingkungan kerjanya.
The Verge melaporkan Zilis merahasiakan identitas ayah dari anak-anaknya kepada direksi OpenAI. Baru dari laporan Business Insider diketahui Musk adalah ayah daru anak yang dilahirkan pada 2021 lalu.
Terkait pekerjaan dan hubungan pribadi Zilis, eksekutif OpenAI Greg Brockman menjelaskan direksi mempercayai bakal bisa mengatasi tantangan itu. Sebab anak-anak Zilis dan Musk lahir secara IVF yang bersifat platonis.
Total Musk memiliki 14 anak bersama dengan beberapa wanita, termasuk 4 anak dari Zilis. Nampaknya jumlah itu bisa lebih banyak lagi, karena Musk menawarkan sperma untuk upaya kolonisasi Mars, sebuah kota mandiri dengan penduduk satu juta orang dalam 20 tahun.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































