ESDM uji sampel dari 12 lokasi penghasil BBM dari sampah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan uji sampel bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dihasilkan dari sampah di 12 lokasi berbeda. Uji ini dilakukan untuk memastikan spesifikasi cetane number dari bahan bakar tersebut sesuai standar.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa uji dilakukan di lokasi yang sudah memproduksi bahan bakar minyak terbarukan (BBMT) melalui skema pirolisis. Eniya menjelaskan bahwa angka cetane number yang tinggi menunjukkan bahan bakar lebih mudah terbakar dan menghasilkan pembakaran lebih efisien.
"Saat ini, kami sedang mengambil sampel di 12 lokasi. Kami menemukan perbedaan hasil uji, seperti klaim cetane number 53 yang ternyata hasil pengujian kami hanya 19. Hal ini perlu diklarifikasi," ujar Eniya di sela-sela IPA Convex di Tangerang, Banten.
Proses Uji dan Pemetaan
Kementerian ESDM akan melakukan pengujian sampel-sampel ini di Lemigas atau Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi. Setelah proses ini selesai, jenis solar akan diidentifikasi dan dipetakan berdasarkan spesifikasi yang diperoleh.
Eniya menyatakan, "Kami akan menentukan apakah setiap lokasi memiliki CN 48, CN 51, atau lainnya. Semua akan diidentifikasi terlebih dahulu." Nantinya, penghasil solar dari sampah yang sesuai spesifikasi akan masuk ke Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk kategori sampah menjadi energi (waste to energy), yang diampu oleh Kementerian ESDM. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan izin resmi untuk menjual produk tersebut.
Inisiatif Pemerintah dalam Transformasi Pengelolaan Sampah
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar dalam pengelolaan sampah. Pemerintah kini mendorong pengubahan timbunan sampah menjadi BBM menggunakan skema pirolisis, berbeda dari fokus sebelumnya yang pada pengolahan sampah menjadi listrik.
Zulkifli menyebutkan ada enam lokasi yang ditargetkan untuk proyek ini, termasuk Bantargebang, Bandung, dan Bali.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
1
















































