F1 Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026 karena Konflik Timur Tengah

8 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA—Penyelenggara Formula One resmi membatalkan dua seri balapan di Timur Tengah, yakni Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan konflik di kawasan tersebut.

Pembatalan ini berkaitan dengan eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam ajang balap tersebut.

Keputusan pembatalan diumumkan pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB di sela berlangsungnya Grand Prix China di Shanghai.

Otoritas F1 menyatakan bahwa setelah mempertimbangkan situasi keamanan di Timur Tengah yang semakin tidak menentu, kedua seri tersebut tidak akan digantikan oleh balapan lain dalam kalender musim ini.

Dengan pembatalan tersebut, kalender balap F1 musim 2026 yang semula terdiri dari 24 seri kini berkurang menjadi 22 seri. Perubahan ini juga menciptakan jeda panjang sekitar 35 hari antara Grand Prix Jepang dan Grand Prix Miami.

Presiden dan CEO Formula One Group, Stefano Domenicali, menyatakan keputusan tersebut merupakan langkah yang sulit namun perlu diambil.

“Keputusan ini sulit, tetapi merupakan langkah yang tepat mengingat situasi di Timur Tengah,” ujarnya, dikutip dari Anadolu.

Federasi otomotif dunia, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), juga menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut. Menurut FIA, keselamatan pebalap, kru tim, dan seluruh staf yang terlibat dalam kejuaraan menjadi prioritas utama.

Respons positif juga datang dari promotor lokal di kedua negara.

Kepala Eksekutif Sirkuit Internasional Bahrain, Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa, menyatakan pihaknya menghormati keputusan yang diambil oleh penyelenggara F1.

Sementara itu, Ketua Federasi Otomotif dan Sepeda Motor Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Sultan Al-Abdullah Al-Faisal, juga menegaskan komitmen negaranya untuk tetap menjalin kemitraan jangka panjang dengan Formula 1 meskipun seri balapan tahun ini harus dibatalkan.

Eskalasi konflik di kawasan tersebut dipicu oleh serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu gelombang aksi balasan di sejumlah titik strategis di Timur Tengah.

Mengingat lokasi beberapa sirkuit yang relatif dekat dengan pangkalan militer yang kerap menjadi target serangan, otoritas balap menilai situasi keamanan belum cukup stabil untuk menjamin kelangsungan acara.

Dengan pembatalan dua seri tersebut, para penggemar balap harus menunggu hingga Mei 2026 untuk kembali menyaksikan aksi para pebalap Formula 1 dalam seri berikutnya di Miami International Autodrome.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|