Farmasi UAD Turun ke Nglanggeran Gunungkidul Dampingi UMKM Pangan

3 hours ago 1

Farmasi UAD Turun ke Nglanggeran Gunungkidul Dampingi UMKM Pangan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan turun langsung ke desa untuk memperkuat kualitas produksi pelaku usaha pangan. Pendampingan ini difokuskan pada keamanan pangan dan higienitas sebagai kunci peningkatan daya saing UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat digelar pada Maret 2026 di Desa Nglanggeran, di Gunungkidul, DIY, bekerja sama dengan UPH Maju Mapan dan melibatkan sekitar 25 pelaku usaha dari berbagai sektor olahan pangan. / ist

GUNUNGKIDUL—Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan turun langsung ke desa untuk memperkuat kualitas produksi pelaku usaha pangan. Pendampingan ini difokuskan pada keamanan pangan dan higienitas sebagai kunci peningkatan daya saing UMKM.

Kegiatan pengabdian masyarakat digelar pada Maret 2026 di Desa Nglanggeran, di Gunungkidul, DIY, bekerja sama dengan UPH Maju Mapan dan melibatkan sekitar 25 pelaku usaha dari berbagai sektor olahan pangan.

Ketua tim pelaksana, Dr. apt. Woro Supadmi, M.Sc., menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendampingi pelaku usaha dalam meningkatkan manajemen produksi.

Ia menilai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di wilayah tersebut cukup besar, sehingga membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat berkembang optimal.

Perwakilan UPH Maju Mapan, Tauhid Akbar, menilai edukasi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, pengetahuan pelaku usaha diharapkan meningkat, terutama dalam mengelola proses produksi yang lebih aman dan higienis.

Edukasi Keamanan Pangan Jadi Fokus

Materi keamanan pangan disampaikan oleh apt. Ginanjar Zukhruf Saputri, M.Sc., bersama dua mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker, Habib Basyar dan Muhammad Nabil.

Edukasi tersebut menekankan pentingnya pencegahan cemaran biologis, kimia, maupun benda lain yang dapat membahayakan kesehatan, sehingga produk yang dihasilkan aman dikonsumsi.

Selain itu, aspek higienitas produksi juga diperkuat. Dr. apt. Arif Budi, M.Si., menekankan pentingnya sanitasi sejak tahap awal produksi hingga pengemasan sebagai titik krusial dalam menjaga kualitas.

Ia berharap pelaku usaha mampu menerapkan cara produksi pangan yang baik, termasuk menjaga kebersihan bahan dan proses agar kualitas produk meningkat.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai jenis usaha, seperti olahan cokelat, susu kambing, dan makanan olahan lainnya. Antusiasme terlihat dari aktifnya diskusi selama kegiatan berlangsung.

Dengan peningkatan kualitas produksi, produk olahan pangan di Desa Nglanggeran diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui program ini, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan menargetkan kontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kesehatan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|