Film Garin Nugroho Curi Perhatian Dunia di Festival Roma

4 hours ago 5

Film Garin Nugroho Curi Perhatian Dunia di Festival Roma Poster film Siapa Dia. / imdb

Harianjogja.com, JAKARTA—Film Siapa Dia karya Garin Nugroho mencuri perhatian publik internasional setelah meraih penghargaan Film Orisinal Terbaik dalam Asian Film Festival ke-23 di Roma, Italia.

Ajang yang digelar pada 7–15 April 2026 di Cinema Farnese ini menjadi panggung penting bagi karya sinema Indonesia yang semakin dilirik di kancah global.

Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam peta perfilman Asia, apalagi festival ini menghadirkan puluhan film dari berbagai negara.

Bukan Sekadar Film Musikal

Dewan juri menilai Siapa Dia sebagai karya yang tidak biasa karena melampaui batas genre. Film ini memadukan unsur musikal lintas generasi dengan pendekatan puisi visual dan esai politik.

Garin Nugroho membangun cerita melalui gaya sinematik teatrikal, dengan pengambilan gambar dramatis, pencahayaan kuat, serta koreografi yang menyatu dengan alur cerita.

Film ini mengisahkan Layar, seorang bintang film yang mengalami kejenuhan dan berusaha menemukan kembali makna dalam perjalanan kreatifnya.

Pencarian Jati Diri Lewat Sejarah

Tokoh Layar digambarkan sebagai sutradara yang tengah mencari ide untuk film musikalnya. Ia pernah menjadi aktor terkenal, tetapi ingin beralih menjadi pembuat film yang lebih bermakna.

Perjalanan tersebut membawanya pada sebuah koper tua milik keluarganya. Di dalamnya terdapat surat, foto, dan benda yang menyimpan kisah lintas generasi.

Dari situ, Layar menyadari bahwa cerita keluarga bukan sekadar kenangan, tetapi juga refleksi perjalanan bangsa Indonesia.

Seluruh karakter lintas generasi dalam film ini diperankan oleh Nicholas Saputra.

Kisah Cinta di Era Kolonial

Salah satu bagian penting film ini mengangkat kisah kakek buyut Layar pada era 1920-an, ketika pertunjukan Komedi Stamboel populer di berbagai tempat, termasuk stasiun kereta.

Di masa itu, panggung hiburan juga digunakan sebagai alat pengalihan isu politik oleh pemerintah kolonial Belanda.

Tokoh Nicholaas jatuh cinta pada Nurlela, seorang penyanyi sekaligus diva Komedi Stamboel yang diperankan oleh Monita Tahalea.

Namun, kisah cinta mereka berakhir tragis ketika Nurlela dituduh sebagai mata-mata dan dihukum mati.

Film ini juga menampilkan perkembangan awal perfilman Indonesia, termasuk kemunculan film Loetoeng Kasaroeng yang mulai populer pada masa itu.

Deretan Film Indonesia Ikut Tampil

Selain Siapa Dia, tiga film Indonesia lain juga diputar dalam festival ini, yaitu Midnight in Bali karya Razka Robby Ertanto, Rangga dan Cinta karya Riri Riza, serta Whisper in the Dabbas yang juga digarap oleh Garin Nugroho.

Keikutsertaan film-film tersebut memperkuat eksistensi Indonesia dalam festival yang menampilkan 45 film dari 12 negara Asia.

Peran Diplomasi Budaya

Kegiatan ini juga didukung oleh KBRI Roma yang aktif mempromosikan budaya Indonesia di Italia.

Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, menyebut perkembangan sinema Indonesia semakin mendapat perhatian dunia.

Ia berharap film-film Indonesia dapat mempererat pemahaman publik internasional terhadap budaya Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi industri kreatif.

Jejak Kuat Indonesia di AFF

Indonesia tercatat memiliki rekam jejak kuat di Asian Film Festival. Pada 2024, film Women from Rote Island karya Jeremias Nyangoen meraih Film Orisinal Terbaik.

Pada 2025, Indonesia kembali membawa pulang dua penghargaan melalui Tale of the Land karya Loeloe Hendra Komara dan penghargaan Aktris Terbaik untuk Laura Basuki dalam film Yohanna.

Festival ini sendiri digagas oleh Asosiasi Cineforum Robert Bresson sejak 2003 dan menjadi ajang penting bagi film-film Asia untuk menjangkau audiens global.

Keberhasilan Siapa Dia tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga menunjukkan bahwa cerita-cerita lokal Indonesia mampu berbicara di panggung dunia dengan cara yang unik dan mendalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|