Film Operasi Pesta Copet Tayang Hari Ini: Sinopsis dan Pemerannya

2 hours ago 3

Jumali

Jumali Kamis, 27 Agustus 2026 20:47 WIB

 Sinopsis dan Pemerannya

Poster film Operasi Pesta Copet/Imajinari

Harianjogja.com, JOGJA—Film "Operasi Pesta Copet" resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026. Film yang mengangkat tema krisis ekonomi dan persahabatan ini menjadi karya debut Edy Khemod sebagai sutradara. Pria yang selama ini lebih dikenal publik sebagai pemain drum grup musik Seringai ini memilih cerita tentang pencopetan massal di festival musik sebagai proyek pertamanya di balik layar. Tidak hanya menyutradarai, Edy Khemod juga menulis skenario film ini bersama Rino Sarjono, memastikan visi cerita yang matang dan personal.

Film Operasi Pesta Copet diproduksi melalui kolaborasi antara tiga rumah produksi ternama, yaitu Imajinari, Angin Segar, dan Boss Creator. Kolaborasi ini menghadirkan sinergi kreatif yang kuat, menggabungkan pengalaman Imajinari dalam film-film komedi-drama, sentuhan segar Angin Segar, serta energi baru dari Boss Creator. Dengan modal tersebut, "Operasi Pesta Copet" diharapkan mampu menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga menggelitik kesadaran sosial penonton.

Sinopsis: Kisah Nekat di Tengah Krisis

Hidup Ijal (diperankan oleh Iqbaal Ramadhan) berubah drastis setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Kehilangan pekerjaan membuatnya terjebak dalam krisis ekonomi yang semakin parah, sementara sang ibu terjerat utang sebesar Rp15 juta. Berbagai usaha telah ia lakukan untuk bertahan hidup, tetapi terus berujung kegagalan. Dalam kondisi terdesak, Ijal diajak oleh Silet (Fauzan Lubis) untuk mencuri ponsel di pasar. Aksi nekat tersebut memicu ide yang lebih besar: merencanakan pencopetan massal bersama tiga sahabatnya, yaitu Adut (Kristo Immanuel), Melodi (Kawai Labiba), dan Tia (Zulfa Maharani). Target utama mereka adalah para penonton di festival musik Pestapora, yang diprediksi akan menjadi lahan empuk bagi aksi mereka.

Rencana yang terlihat sederhana itu berubah menjadi rumit akibat konflik batin, ambisi instan, dan dinamika persahabatan yang mulai retak. Di tengah riuhnya festival, mereka harus menanggung konsekuensi atas pilihan nekat tersebut. Film ini mengajak penonton merenungkan batas-batas moral ketika seseorang terdesak oleh kebutuhan hidup, serta bagaimana persahabatan bisa menjadi penyelamat sekaligus penghancur dalam situasi krisis.

Deretan Pemeran

Film ini menghadirkan deretan pemain muda berbakat yang siap memukau penonton. Iqbaal Ramadhan, yang dikenal lewat perannya di berbagai film dan serial, akan memerankan Ijal, tokoh utama yang terjebak dalam dilema moral. Kristo Immanuel, yang kerap tampil dalam film-film komedi-drama, akan berperan sebagai Adut, sahabat Ijal yang ikut terlibat dalam rencana nekat tersebut. Zulfa Maharani memerankan Tia, sementara Kawai Labiba berperan sebagai Melodi, dua karakter perempuan yang menjadi bagian penting dari kelompok ini. Fauzan Lubis tampil sebagai Silet, sosok yang mengajak Ijal ke dalam dunia kriminal. Yeyen Lydia melengkapi deretan pemain sebagai Ibu Ijal, yang menjadi motivasi utama di balik keputusan nekat sang anak.

Edy Khemod: Dari Drum ke Kursi Sutradara

Keputusan Edy Khemod untuk beralih dari dunia musik ke perfilman menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Sebagai musisi yang telah malang melintang di industri musik tanah air, ia membawa perspektif unik ke dalam film yang berlatar festival musik. Pengalamannya sebagai bagian dari Seringai, salah satu band rock paling disegani di Indonesia, memberinya akses dan pemahaman mendalam tentang dunia festival musik yang menjadi latar cerita. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan penggambaran festival yang autentik dan terasa hidup di layar lebar.

Dengan tayang perdana pada 27 Agustus 2026, "Operasi Pesta Copet" menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti di akhir tahun ini. Kombinasi antara cerita yang dekat dengan realitas sosial, deretan pemain muda berbakat, dan debut penyutradaraan seorang musisi ternama menciptakan rasa penasaran yang tinggi di kalangan penonton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|