Final Panas Lawan Thailand Jadi Ujian Harga Diri Garuda

7 hours ago 1

Final Panas Lawan Thailand Jadi Ujian Harga Diri Garuda Foto ilustrasi futsal. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Timnas Futsal Indonesia menghadapi ujian terbesar di Piala AFF Futsal 2026 saat bertemu Thailand di partai final. Laga ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga momentum untuk mematahkan anggapan miring soal dua gelar juara sebelumnya.

Indonesia melaju ke final setelah menyingkirkan Vietnam dengan skor 3-2 pada semifinal di Nonthaburi Gymnasium, Jumat (10/4/2026). Dua gol Andarias Kareth dan satu gol Muhammad Sanjaya memastikan langkah Garuda ke partai puncak untuk kedua kalinya secara beruntun.

Di sisi lain, Thailand juga datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan Australia 4-3. Tim berjuluk Negeri Gajah Putih itu masih menjadi kekuatan dominan di kawasan dengan koleksi 16 gelar Piala AFF Futsal.

Pertemuan di final kali ini menghadirkan tensi berbeda. Indonesia membawa misi mempertahankan gelar setelah sukses pada edisi 2024, sekaligus membuktikan kualitas di hadapan rival terkuatnya.

Selama ini, dua gelar Indonesia pada 2010 dan 2024 kerap dipandang sebelah mata. Pada edisi 2010 di Ho Chi Minh City, Vietnam, Indonesia juara usai mengalahkan Malaysia 5-0, namun saat itu Thailand tidak ikut berpartisipasi.

Situasi serupa kembali muncul pada 2024. Thailand yang biasanya tampil dominan justru menurunkan pemain pelapis karena fokus ke Piala Dunia Futsal 2024. Indonesia memanfaatkan situasi tersebut dengan menyingkirkan Thailand 5-1 di semifinal sebelum mengalahkan Vietnam 2-0 di final.

Absennya sejumlah pemain kunci Thailand seperti Muhammad Osamanmusa dan Minthada Phiromyu membuat kemenangan Indonesia kala itu dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sebenarnya di Asia Tenggara.

Kini, kondisi berbeda tersaji di Piala AFF Futsal 2026. Thailand turun dengan kekuatan penuh dan ambisi besar untuk kembali menjadi juara, menjadikan laga final sebagai panggung pembuktian yang sesungguhnya.

Menariknya, Indonesia justru datang dengan komposisi berbeda. Pelatih Hector Souto memberi kesempatan kepada pemain muda dan pelapis yang tidak tampil di Piala Asia Futsal 2026.

Meski tidak diperkuat skuad terbaik, Garuda tetap mampu melaju impresif dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia dan Vietnam. Hal ini menunjukkan kedalaman skuad yang mulai terbentuk.

Final yang akan digelar di markas Thailand pada Minggu (12/4/2026) malam diprediksi berlangsung sengit. Selain mempertaruhkan trofi, laga ini juga menjadi kesempatan Indonesia untuk menghapus stigma dan menegaskan diri sebagai kekuatan utama futsal Asia Tenggara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|