Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Allegri dan Rombak Manajemen

3 hours ago 5

Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Allegri dan Rombak Manajemen

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri./Antara

Harianjogja.com, JOGJA— Keputusan mengejutkan datang dari raksasa Serie A, AC Milan. Klub berjuluk Rossoneri itu resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Massimiliano Allegri setelah musim 2025/2026 ditutup dengan hasil yang jauh dari ekspektasi.

Langkah tegas ini diumumkan pada Senin, menyusul kegagalan Milan menembus zona Liga Champions usai hanya finis di peringkat kelima klasemen Serie A. Padahal, sepanjang musim, Milan sempat digadang-gadang menjadi kandidat kuat peraih gelar.

Dalam pernyataan resmi klub, manajemen menyoroti penurunan performa tim di fase krusial sebagai alasan utama pemecatan Allegri. Kekalahan 1-2 dari Cagliari di laga terakhir menjadi titik balik yang mempertegas kegagalan musim ini.

“Periode akhir musim sepenuhnya tidak sejalan dengan performa sebelumnya, dengan kekalahan mengecewakan pada laga terakhir yang mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tegas dan tak terbantahkan,” tulis pernyataan klub, Selasa (26/5/2026).

Tak hanya Allegri, Milan juga melakukan bersih-bersih besar di jajaran manajemen. Sejumlah petinggi seperti Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada ikut diberhentikan sebagai bagian dari restrukturisasi total klub.

Allegri sendiri menjalani periode keduanya bersama Milan musim ini. Pelatih berusia 58 tahun itu sebelumnya pernah menukangi Rossoneri pada 2010 hingga 2014 dan sukses mempersembahkan gelar juara Serie A. Namun, comeback-nya kali ini berakhir pahit.

Secara statistik, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Penurunan performa drastis di fase penentuan membuat mereka kehilangan momentum dalam perburuan tiket Liga Champions.

Situasi ini menjadi pukulan telak bagi klub yang sebelumnya tampil cukup konsisten di paruh awal musim. Harapan untuk kembali berjaya di kompetisi Eropa pun harus tertunda setidaknya satu musim ke depan.

Kini, Milan bergerak cepat untuk menyusun ulang fondasi tim. Proses pencarian pelatih baru dan jajaran manajemen tengah dipercepat demi memastikan kesiapan menghadapi musim 2026/2027.

“Pengumuman lebih lanjut terkait penunjukan baru akan disampaikan pada waktunya, dengan tujuan agar klub siap dan memiliki persiapan matang untuk musim berikutnya,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

Langkah revolusi ini menjadi sinyal kuat bahwa Milan tidak ingin kembali terjebak dalam inkonsistensi. Bursa transfer musim panas diprediksi akan menjadi momen krusial bagi Rossoneri untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas Liga Italia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|