Seorang pria melihat motherboard komputer, menyoroti Pengembangan Metaverse dan Inovasi Semikonduktor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permintaan cip dunia kini begitu besar hingga pasokannya tidak lagi mampu mengejar. Di tengah ledakan investasi kecerdasan buatan (AI), pasar semikonduktor global diproyeksikan menembus rekor 1,51 triliun dolar AS (Rp24.000 T) pada 2026.
"Permintaan cip terus melampaui pasokan." Pernyataan itu datang dari ASML, produsen peralatan semikonduktor terbesar dunia yang menjadi pemasok utama pabrik-pabrik cip global pada Selasa (2/6/2026). Namun seberapa besar sebenarnya ledakan yang sedang terjadi?
Organisasi industri World Semiconductor Trade Statistics (WSTS) memperkirakan pasar semikonduktor global akan melonjak 89,9 persen pada 2026 dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding proyeksi yang mereka keluarkan pada Desember lalu.
Saat itu pasar hanya diperkirakan mencapai 975 miliar dolar AS. Kini proyeksinya melesat menjadi 1,51 triliun dolar AS. Selisihnya mencapai lebih dari setengah triliun dolar AS.
Apa yang membuat perkiraan industri teknologi dunia berubah sedrastis itu?
Jawabannya mengarah ke satu sektor yang sedang menyedot investasi dalam jumlah luar biasa: AI.
Perusahaan-perusahaan teknologi terus membangun pusat data baru, memasang ribuan server, dan memperbesar kapasitas komputasi untuk melatih serta menjalankan model AI generatif. Ekspansi tersebut berlangsung jauh lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya.
Dampaknya langsung terlihat pada kebutuhan cip memori. WSTS memperkirakan pasar cip memori akan melonjak sekitar 3,5 kali lipat menjadi 803,94 miliar dolar AS pada 2026. Nilainya bahkan melampaui total produk domestik bruto sejumlah negara maju.
Namun proyeksi itu ternyata bukan sekadar hitungan di atas kertas. ASML pada Rabu melaporkan penjualan bersih kuartal pertama 2026 mencapai 8,8 miliar euro atau sekitar 10,4 miliar dolar AS, naik 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perusahaan juga menembus 2,7 miliar euro, melonjak 17 persen secara tahunan.
Lebih penting lagi, pelanggan-pelanggan ASML mulai memberikan sinyal yang sangat jelas. "Pelanggan kami mempercepat rencana perluasan kapasitas untuk tahun 2026 dan seterusnya," kata Presiden dan CEO ASML Christophe Fouquet.
sumber : Xinhua, Antara

2 hours ago
3
















































