Gencatan Senjata AS-Iran, Trump Siap Serang Lagi Jika Gagal

2 hours ago 3

Gencatan Senjata AS-Iran, Trump Siap Serang Lagi Jika Gagal Donald Trump. - Reuters

Harianjogja.com, ISTANBUL — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan negaranya telah mencapai seluruh target militer di Iran dan menyebut situasi pascagencatan senjata sebagai “kemenangan penuh”.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam percakapan singkat dengan media internasional pada Senin dini hari, menyusul kesepakatan penghentian sementara konflik antara Washington dan Teheran.

“Kami telah melakukan semua yang ingin kami capai secara militer,” ujarnya.

Gencatan Senjata Dinilai Positif

Trump menilai gencatan senjata yang disepakati kedua pihak berjalan baik. Ia juga menyebut rencana 10 poin yang diajukan Iran membuka jalan menuju negosiasi lebih lanjut.

Menurutnya, sebagian besar poin tersebut bahkan telah dibahas dalam perundingan awal.

“Itu poin-poin yang sangat baik dan sebagian besar sudah dinegosiasikan,” katanya.

Meski begitu, Trump menolak menyebut proposal Iran sebagai tuntutan berlebihan.

Ancaman Serangan Masih Terbuka

Di balik optimisme tersebut, Trump tetap memberikan peringatan keras. Ia menegaskan Amerika Serikat siap kembali melancarkan operasi militer jika kesepakatan tidak berjalan sesuai harapan.

“Jika gencatan senjata dan negosiasi tidak berjalan baik, kami bisa kembali dengan sangat cepat,” tegasnya.

Kilang Minyak Iran Diserang

Di sisi lain, situasi di lapangan masih memanas. Perusahaan Distribusi dan Penyulingan Minyak Nasional Iran melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan pada Rabu pagi.

Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat dan memicu kebakaran di area kilang.

Petugas pemadam kebakaran dilaporkan masih berupaya mengendalikan api. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena evakuasi dilakukan dengan cepat.

Selat Hormuz Dibuka, Negosiasi Dimulai

Perkembangan ini terjadi sehari setelah Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi energi global.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan bahwa perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4) di Islamabad.

Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen, meski ketegangan masih membayangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|