Genjot Kredit, Bank BUMN Ramai-ramai Pakai Fasilitas BI!

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat, kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM masih terus marak diserap oleh bank-bank BUMN.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, total KLM yang telah dimanfaatkan oleh bank hingga pekan pertama Maret 2026 mencapai Rp 427,1 triliun. Adapun alokasinya pada landing channel atau pembiayaan Rp 357,6 triliun dan interest channel atau suku bunga kredit Rp 69,5 triliun.

"Implementasi KLM diarahkan untuk memberi insentif ke bank supaya mendorong kredit," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur secara daring, Selasa (17/3/2026).

Perry mengatakan, dari total KLM yang diserap oleh perbankan itu, mayoritas dimanfaatkan oleh bank-bank BUMN alias Himbara, dengan total nilai mencapai Rp 225,6 triliun.

Sisanya, ke bank umum swasta nasional atau BUMN senilai Rp 166,8 triliun, bank perekonomian daerah atau BPD sebesar Rp 28 triliun, dan kantor cabang bank asing sebesar Rp 7,7 triliun.

"Secara sektoral KLM telah disalurkan ke sektor-sektor prioritas mencakup sektor pertanian, industri dan hilirisasi, serta jasa, termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, UMKM, koperasi, inklusi dan berkelanjutan," papar Perry.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|