Gunung Awu Waspada, 323 Gempa Vulkanik Dangkal Terekam

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Kamis, 27 Agustus 2026 16:47 WIB

Gunung Awu Waspada, 323 Gempa Vulkanik Dangkal Terekam

Badan Geologi masih menetapkan status waspada (Level II) Gunung Awu di kabupaten Kepulauan Sangihe. Antara/HO-ESDM\r\n

Harianjogja.com, MANADO— Aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada di atas normal dengan kegempaan didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh. Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat ratusan aktivitas kegempaan Gunung Awu sepanjang periode pengamatan 1-15 Agustus 2026.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan pada periode tersebut terekam 323 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 21 kejadian per hari.

“Dari pengamatan instrumental periode 1-15 Agustus 2026 terekam sebanyak 323 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 21 kejadian per hari, 32 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal, empat kali gempa terasa skala I-II MMI dan 523 kali gempa tektonik jauh (TJ),” kata Lana Saria dalam laporan evaluasi Gunung Awu yang diterima ANTARA di Manado, Kamis.

Energi gempa vulkanik secara keseluruhan yang tercermin dari nilai perataan amplitudo rekaman gempa Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan kondisi yang fluktuatif.

Grafik RSAM secara umum masih mengalami peningkatan. Kondisi itu dipengaruhi aktivitas gempa tektonik yang masih tinggi di sekitar Gunung Awu, sementara gempa vulkanik dangkal juga masih berada pada tingkat tinggi.

Kondisi Kawah Gunung Awu

Dari pengamatan visual, kawah Gunung Awu tidak menunjukkan perubahan signifikan sejak awal Juli 2024. Embusan asap kawah juga tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas hembusan asap masih berkisar di dalam kawah dan tidak melewati puncak. Artinya, tidak terjadi peningkatan temperatur di dalam kawah dibandingkan periode sebelumnya.

Meski secara visual belum menunjukkan perubahan signifikan, aktivitas kegempaan dan akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal mengalami peningkatan. Karena itu, secara umum kondisi Gunung Awu saat ini masih di atas normal.

Gunung Awu saat ini berada pada Level II (Waspada). Pada tingkat aktivitas tersebut, masyarakat serta pengunjung atau wisatawan direkomendasikan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

Potensi Bahaya Erupsi

Badan Geologi menyebut sejumlah potensi bahaya masih dapat terjadi di Gunung Awu. Salah satunya erupsi magmatik eksplosif yang dapat menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik.

Selain itu, terdapat potensi erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava serta erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api, maupun material erupsi sebelumnya.

Pembongkaran kubah lava juga berpotensi terjadi apabila tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Bahaya lainnya berupa hembusan gas vulkanik. Gas tersebut dapat membahayakan jiwa apabila konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi

Di sisi lain, aktivitas gunung api juga terjadi di Nusa Tenggara Timur. Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali erupsi pada Kamis (27/8/2026) pukul 08.30 WITA.

Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki Bramantya Aji Putra Mahendra dalam laporan informasi erupsi yang diterima di Kupang, Kamis, menyebut kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah pergerakannya condong ke barat daya dan barat.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar dua menit lima detik,” kaya Bramantya.

Erupsi tersebut juga disertai suara dentuman. Dengan ketinggian kolom abu tersebut, material erupsi teramati mencapai sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut.

Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level III (Siaga).

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|