Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berharap pelaksanaan ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan. Namun juga menjadi momentum pembentukan karakter bagi para jamaah.
Menurut gubernur yang akrab disapa KDM, pengalaman spiritual selama di Tanah Suci seharusnya mampu membentuk pribadi yang lebih baik. Hal itu kemudian tercermin dalam kehidupan sosial setelah kembali ke tanah air.
“Harapannya bisa memanfaatkan momentum ibadah haji itu menjadi ibadah kontemplatif, membangun karakter sebagai seorang haji yang ketika pulang menebarkan nilai-nilai kebaikan dan kesalehan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Selain menyoroti aspek spiritual, KDM juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas layanan haji dari pemerintah. Ia optimistis kehadiran kementerian yang secara khusus menangani urusan haji akan berdampak positif terhadap pelayanan jamaah.
“Terkait layanan, mudah-mudahan semakin meningkat sesuai dengan harapan dibentuknya Menteri Urusan Haji. Saya yakin pasti meningkat layanannya,” katanya.
Sementara itu, penerbangan perdana jamaah haji Indonesia berlangsung serentak pada Rabu, 22 April 2026, termasuk bagi jamaah asal Jawa Barat. Pada tahun ini, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221.000 jamaah. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat mendapatkan alokasi 29.643 jamaah yang terbagi dalam 68 kelompok terbang (kloter).
Adapun rinciannya, sebanyak 28 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Bekasi, sementara 40 kloter lainnya melalui Embarkasi Kertajati. Dengan jumlah jamaah yang besar, kesiapan layanan dan manajemen keberangkatan menjadi faktor krusial agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Tak hanya itu juga sekaligus memenuhi harapan peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh jamaah.

2 hours ago
1

















































