BI Jatim Prediksi Penjualan Eceran Surabaya Naik Maret 2026

1 hour ago 1

BI Jatim perkirakan penjualan eceran di Surabaya meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memproyeksikan peningkatan penjualan eceran di Surabaya pada Maret 2026. Prediksi ini berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang menunjukkan kinerja penjualan eceran diperkirakan meningkat baik secara tahunan maupun bulanan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa nilai Indeks Penjualan Riil (IPR) diproyeksikan mencapai 525,2, tumbuh 13,6 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 13,2 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pertumbuhan Per Sektor

Menurut Ibrahim, peningkatan kinerja penjualan terutama dipicu oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Barang Lainnya, khususnya subkelompok sandang. Selain itu, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor juga mengalami perbaikan, meski masih dalam fase kontraksi. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tetap mencatatkan pertumbuhan positif.

Namun, pertumbuhan lebih tinggi tertahan oleh kontraksi dalam Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Secara bulanan, peningkatan kinerja penjualan Maret 2026 diperkirakan mencapai 8,4 persen month-to-month (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang sebesar 4,2 persen (mtm).

Faktor Pendorong

Peningkatan ini didukung oleh ekspektasi kelancaran distribusi dan tingginya permintaan masyarakat menjelang HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah. Mayoritas kelompok, termasuk Kelompok Barang Lainnya (subkelompok sandang), Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, mencatatkan kinerja positif. Sementara itu, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi juga menunjukkan pertumbuhan meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya masih mengalami kontraksi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|