Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir dari dampak kenaikan harga minyak global terhadap keuangan negara, karena perang yang terjadi di Iran. Menurutnya sampai saat ini batas APBN masih terkendali meski harga minyak tembus US$ 92 per barel.
Kenaikan harga minyak global ini akan berpengaruh terhadap belanja subsidi untuk BBM di dalam negeri. Meski ada potensi peningkatan pendapatan dari sektor migas.
Namun menurut Purbaya, dengan kondisi harga minyak tembus U$ 80 per barel saat ini juga belum mengganggu anggaran belanja pemerintah.
"Kan channel-nya melalui ekspor ataupun harga minyak. Harga minyak sudah ke US$ 80, saya hitung sampai US$ 92 (per barel) pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tidak masalah," kata Purbaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/2/2026).
"Nggak, kita bisa adjust, kita bisa atur," saat ditanya apakah ada kekhawatiran.
Purbaya tidak menampik memang ada kemungkiman defisit APBN makin melebar karena kenaikan harga minyak global. Namun menurutnya hal itu masih terukur dengan asumsi kenaikan harga mencapai level tertinggi hingga US$ 92 per barel.
Sebagai langkah antisipasi, Purbaya akan menutup kebocoran di pengumpulan pajak dan cukai, agar defisit anggaran tidak makin melebar.
"Kita pastikan aja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita dan cukai nggak ada yg bocor. Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan," kata Purbaya.
Purbaya juga menekankan pentingnya peningkatan pendapatan negara dari dalam negeri. Sehingga defisit yang terjadi akibat kenaikan harga minyak bisa ditekan.
"Saya bisa hitung dengan asumsi tadi, kita masih bisa kendalikan defisit kita. Kita masih bisa atur, nggak masalah," tuturnya.
"Kalaupun globalnya di atas, selama kita bisa jaga domestik demand yang 90% kontribusinya ke ekonomi, kita juga masih bisa survive," tambahnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga tidak khawatir jika suplai migas RI tersendat karena perang yang terjadi. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan stok BBM RI masih dalam kategori aman dengan pasokan hingga 20 hari ke depan.
"Kan itu harga setahun kan, kalau kita belinya setahun. Yang 20 hari itu kalau nggak ada supply sama sekali, berantakan. Tapi biasanya nggak seperti itu. Kita pasti dapat suplai. Mungkin harganya lebih tinggi," kata Purbaya.
(fab/fab)
Addsource on Google
















































