Harga Solar Meledak, Nelayan AS Menjerit Kena 'Gebuk' Perang Trump

2 days ago 5
Chris Welch, seorang nelayan lobster, mengemudikan perahunya kembali ke tempat tambatan setelah mengisi bahan bakar diesel di Kennebunkport, Maine, AS, 13 Mei 2026. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Kenaikan tajam harga solar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memukul industri perikanan Amerika Serikat. Para nelayan mengurangi aktivitas melaut karena biaya operasional yang melonjak memangkas keuntungan mereka. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Andrew Goulden, seorang nelayan lobster, menurunkan hasil tangkapannya hari itu di Kennebunkport, Maine, AS, 13 Mei 2026.

Kapten Chris Welch, nelayan lobster dari Kennebunk, Maine, mengatakan ia kini lebih jarang memeriksa perangkap lobster demi menghemat bahan bakar. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Evan Sanborn, seorang juru mudi kapal, membantu menurunkan hasil tangkapan hari itu di Kennebunkport, Maine, AS, 13 Mei 2026.

Jika biasanya perangkap diperiksa setiap empat atau lima hari, kini ia menunggu hingga tujuh sampai 10 hari sebelum kembali melaut. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Andrew Goulden, seorang nelayan lobster, menurunkan hasil tangkapannya hari itu di Kennebunkport, Maine, AS, 13 Mei 2026.

“Ini mengurangi keuntungan Anda pada akhirnya. Kami harus lebih memperhatikan laba bersih kami,” kata Welch setelah mengisi bahan bakar kapal penangkap ikannya, Quality Time, di pelabuhan Kennebunk. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Chris Welch, seorang nelayan lobster, mengisi bahan bakar diesel ke perahunya di Kennebunkport, Maine, AS, 13 Mei 2026.

Dilansir Reuters pada Jumat (22/5/2026), harga rata-rata solar di Amerika Serikat pekan ini mencapai 5,63 dolar AS atau sekitar Rp88 ribu per galon, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 3,55 dolar AS atau sekitar Rp52 ribu per galon, mengacu pada kurs Bank Indonesia sebesar Rp17.596 per 1 dolar AS. Angka tersebut juga mendekati rekor tertinggi pada 2022 yang mencapai 5,82 dolar AS per galon. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Chris Welch, seorang nelayan lobster, mengisi bahan bakar diesel ke perahunya di Kennebunkport, Maine, AS, 13 Mei 2026.

Biaya bahan bakar menjadi beban utama armada perikanan karena kapal-kapal besar membutuhkan puluhan ribu galon untuk sekali pengisian. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Lobster-lobster diletakkan di dalam peti di The Lobster Co di Kennebunk, Maine, AS, 13 Mei 2026.

Menurut Welch, perang antara AS-Israel dan Iran diduga menjadi salah satu pemicu lonjakan harga energi. Kondisi serupa juga dirasakan nelayan di berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Indonesia, yang melaporkan penurunan jumlah kapal yang berangkat melaut akibat mahalnya bahan bakar.  (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Harga lobster saat ini ditampilkan di The Lobster Co di Kennebunk, Maine, AS, 13 Mei 2026.

Situasi ini dikhawatirkan turut mengganggu rantai pasok pangan global dan memicu kenaikan harga makanan laut, termasuk lobster di Maine, pada musim liburan musim panas tahun ini. (REUTERS/Lauren Owens Lambert)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|