Pengunjung mengamati berbagai kemasan produk makanan olahan pada pameran Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2024 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Investasi berbasis hilirisasi menjadi penopang utama realisasi investasi nasional pada awal 2026. Nilainya mencapai Rp147,5 triliun atau hampir sepertiga dari total investasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, kontribusi hilirisasi mencapai 29,6 persen dari total realisasi investasi kuartal I 2026 sebesar Rp498,8 triliun.
“Kontribusi dari realisasi yang berhubungan dengan hilirisasi itu cukup signifikan mencapai 29,6 persen di kuartal pertama ini,” kata Rosan saat konferensi pers Realisasi investasi Kuartal I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Rosan mengatakan, nilai investasi hilirisasi tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp136,3 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan penguatan sektor hilirisasi dalam struktur investasi nasional.
Kontribusi terbesar datang dari sektor mineral sebesar Rp98,3 triliun. Disusul sektor perkebunan dan kehutanan Rp29,8 triliun, minyak dan gas bumi Rp17,7 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.
Rosan mengatakan sektor perikanan berpotensi tumbuh pada semester berikutnya. Sejumlah investasi di komoditas garam, rumput laut, dan tilapia disebut mulai berjalan.
“Kita melihat perikanan dan kelautan ini mungkin di dalam semester berikutnya bisa meningkat. Saya mendapatkan informasi akan ada investasi di bidang garam, rumput laut, dan ikan tilapia ini sudah mulai akan berjalan pada semester depan,” kata Rosan.

2 hours ago
2

















































