Inggris Akan Berlakukan Larangan Rokok Seumur Hidup bagi Generasi Muda

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Pemerintah Inggris selangkah lagi mengesahkan undang-undang yang secara efektif melarang penjualan produk tembakau dan rokok elektrik bagi generasi muda yang lahir setelah tahun 2008.

RUU Tembakau dan Vape (Tobacco and Vapes Bill) telah lolos dari dua kamar parlemen Inggris, yakni House of Commons dan House of Lords, pada awal pekan ini. Regulasi tersebut kini hanya menunggu persetujuan resmi dari Raja Inggris, King Charles III, sebelum menjadi undang-undang dalam beberapa hari ke depan.

Dalam beleid tersebut, seperti dilansir dari ABC News, Jumat (24/4/2026), penjualan rokok, vape, dan produk sejenis akan dilarang bagi individu yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009. Kebijakan ini akan membuat batas usia pembelian produk tembakau meningkat secara bertahap dari waktu ke waktu.

Kementerian Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris menyatakan, langkah ini bertujuan untuk memutus siklus kecanduan nikotin serta mengurangi ketimpangan kesehatan di masyarakat. Saat ini, usia legal untuk membeli produk tembakau di Inggris adalah 18 tahun. Jika aturan baru diberlakukan, pelaku usaha yang melanggar dapat dikenai denda minimal 200 Poundsterling.

Selain itu, undang-undang ini juga memperluas kawasan bebas rokok dan vape, termasuk di rumah sakit, panti perawatan dewasa, taman bermain, serta sekolah. Penggunaan vape juga akan dilarang di dalam kendaraan yang membawa anak di bawah usia 18 tahun.

Regulasi ini turut memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah untuk mengatur standar produk, informasi, serta membatasi iklan dan promosi produk tembakau dan vape.

Menteri Kesehatan Inggris, Gillian Merron, menyebut kebijakan ini sebagai langkah besar dalam kesehatan publik. “Ini adalah undang-undang penting yang akan menciptakan generasi bebas rokok dan menjadi intervensi kesehatan terbesar dalam satu generasi,” ujarnya.

Namun, kebijakan tersebut tidak lepas dari kritik. Mantan Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, sebelumnya menyatakan kekhawatirannya bahwa aturan ini dapat membatasi kebebasan individu.

Berdasarkan data National Health Service (NHS), merokok menyebabkan satu dari empat kematian akibat kanker di Inggris, serta bertanggung jawab atas sekitar 70 persen kasus kanker paru-paru. Pemerintah Inggris juga mencatat bahwa lebih dari 80 persen perokok mulai merokok sebelum usia 20 tahun, banyak di antaranya sejak masa kanak-kanak. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk menekan angka perokok sejak usia dini.

Langkah Inggris ini serupa dengan kebijakan di Selandia Baru yang sempat mengesahkan aturan serupa pada 2022, meski kemudian dicabut oleh pemerintahan berikutnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|