Hormati DPR, Zendhy Kusuma Ingatkan Efek Cyberbullying di Kasus Viral

2 hours ago 2

Hormati DPR, Zendhy Kusuma Ingatkan Efek Cyberbullying di Kasus Viral Zendhy Kusuma akhirnya buka suara terkait polemik dengan sebuah restoran yang sempat viral. Ia mengakui emosi saat kejadian dan menyebut kasus kini selesai melalui mediasi. - Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA—Polemik antara Zendhy Kusuma dan sebuah restoran yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan. Zendhy menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan hingga ikut disorot dalam forum di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Melalui unggahan di media sosial, Zendhy menjelaskan peristiwa yang terjadi pada September 2025 bermula ketika dirinya datang bersama keluarga sebagai konsumen di sebuah restoran. Saat itu ia harus menunggu pesanan cukup lama sehingga menimbulkan situasi yang tidak nyaman.

Dalam kondisi tersebut, ia mengakui sempat terbawa emosi sehingga sikap yang ditunjukkan mungkin tidak disampaikan dengan cara yang tepat.

“Dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” kata Zendhy.

Ia menjelaskan persoalan yang semula hanya berkaitan dengan pelayanan konsumen kemudian berkembang menjadi isu yang lebih besar setelah masuk ke ranah hukum dan ramai diperbincangkan di ruang digital.

Dalam prosesnya, Zendhy sempat dilaporkan atas dugaan pencurian dengan pemberatan dan harus menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Kasus tersebut kemudian menarik perhatian publik dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Zendhy mengaku sedih melihat persoalan yang awalnya sederhana justru berkembang menjadi konflik panjang yang melibatkan banyak pihak.

Selain menghadapi proses hukum, ia mengatakan dirinya dan keluarga juga mengalami tekanan besar akibat gelombang komentar negatif di media sosial selama beberapa bulan terakhir.

“Selama beberapa bulan terakhir kami dan keluarga mengalami cyberbullying yang luar biasa. Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi yang terjadi. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang,” katanya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana sebuah peristiwa kecil dapat berkembang menjadi opini publik yang besar ketika mendapat perhatian luas di ruang digital.

Meski demikian, Zendhy menyampaikan rasa syukur karena persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang sempat menyoroti kasus tersebut sebagai bagian dari pembelajaran terkait penegakan hukum di era media sosial.

“Kami menghormati perhatian DPR yang ikut menyoroti kasus ini sebagai pembelajaran dalam penegakan hukum di era media sosial. Kami memahami bahwa DPR ingin memastikan agar penegakan hukum berjalan secara adil dan proporsional bagi semua pihak,” ujarnya.

Zendhy berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini sebagai pelajaran bersama, baik bagi konsumen, pelaku usaha, maupun pengguna media sosial.

“Teman-teman yang menjalankan usaha juga tentu belajar menjadi pelaku usaha yang lebih baik. Dan kita semua belajar menjadi warga negara yang lebih dewasa di tengah kehidupan yang sangat dipengaruhi media sosial,” katanya.

Kini perkara tersebut telah diselesaikan melalui mediasi. Zendhy berharap masyarakat dapat menghormati hasil penyelesaian tersebut dan tidak lagi memperpanjang polemik yang terjadi.

“Paling penting bagi saya sekarang adalah persoalan ini sudah selesai melalui mediasi. Mari kita sama-sama menghormati proses itu dan melanjutkan hidup dengan lebih tenang dan lebih bijak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|