Horor Kondisi Pantura, AHY Tunjukkan Tanah di Demak Turun 20 Cm/Tahun

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan kondisi pesisir pantai utara (Pantura) Jawa di beberapa wilayah semakin mengkhawatirkan.

Beberapa daerah seperti Jakarta, Pemalang, Pekalongan, hingga Semarang sudah mengalami penurunan muka tanah cukup signifikan. Bahkan di Demak kondisinya turun hingga 20 cm per tahun. Sedangkan Indramayu sendiri sudah mengalami penurunan muka tanah sebesar 15 cm per tahun.

AHY pun mengaku banyak daerah yang mengalami penurunan muka tanah atau land subsidence mulai dari 1 cm hingga 20 cm per tahun.

"Beberapa daerah pesisir Pantura telah terjadi penurunan permukaan tanah mulai 1 cm hingga 20 cm per tahun, paling buruk terjadi di Jakarta dan juga di Semarang. Tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi penurunan permukaan tanah," kata AHY dalam paparannya pada rapat koordinasi Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Senin (4/5/2026).

AHY menambahkan penurunan muka tanah secara masif terjadi karena penggunaan air tanah yang berlebihan.

Jalan Tol Semarang - Demak. (Dok Kementerian PUPR)Foto: Jalan Tol Semarang - Demak. (Dok Kementerian PUPR)

"Penggunaan air tanah yang berlebihan turut membuat permukaan tanah semakin menurun, terutama yang terjadi di Jakarta saat ini," lanjut AHY.

Hal inilah yang membuat AHY pun segera mempercepat penanganan permasalahan di Pantura Jawa, dengan salah satunya yakni membangun tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk membendung banjir rob di pesisir.

"Oleh karena itu, ini adalah urgensi yang kita harapkan mendorong dan menggerakkan kita semua untuk lebih cepat membangun giant sea wall," ujarnya.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|