IKA PTKIN Bentuk Forum Nasional, Siap Kawal Diplomasi Kemanusiaan untuk Gaza

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pertemuan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia resmi menorehkan tonggak baru. Forum yang berlangsung pada 23-25 April 2026 di Jakarta itu menyepakati pembentukan wadah bersama bernama Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia.

Ketua Umum IKA PTKIN se-Indonesia, Idrus Marham mengatakan, pembentukan forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antaralumni dari 59 PTKIN di seluruh Indonesia. Forum ini akan menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan jaringan, sekaligus wadah untuk merumuskan kontribusi nyata bagi bangsa.

"Pertemuan nasional ini telah mengambil beberapa keputusan penting. Yang utama adalah pembentukan Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia. Kepengurusannya juga sudah tersusun dan segera akan menjalankan berbagai kegiatan," ujar Idrus di Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.

Menurut Idrus, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana silaturahmi alumni, tetapi juga akan menjadi pusat pemikiran strategis dalam merespons berbagai isu nasional dan global. Salah satu agenda besar yang akan dikembangkan adalah penguatan dukungan intelektual terhadap kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait isu kemanusiaan di Gaza dan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ia menilai, langkah diplomasi yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza perlu didukung dengan gagasan-gagasan konseptual dari kalangan akademisi dan alumni PTKIN.

"Sehingga betul-betul nanti dukungan konseptual, ya dukungan pikiran-pikiran kita berikan untuk memantapkan posisi dan peran Prabowo sebagai pemimpin dunia Islam dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan di Gaza dan bagaimana kemerdekaan Palestina itu betul-betul dapat mendapat pengakuan dan secara konkret dapat diwujudkan," jelasnya.

Idrus menjelaskan, diskusi mengenai isu Palestina sebenarnya telah lebih dulu digelar di sejumlah PTKIN, mulai dari Sumatera Utara, Makassar, Jakarta, hingga Surabaya. Kehadiran forum nasional ini diharapkan mampu menyatukan berbagai inisiatif tersebut dalam satu gerakan intelektual yang terkoordinasi.

Ke depan, pembahasan isu-isu strategis akan dilakukan secara berkelanjutan dari kampus ke kampus, melibatkan alumni bersama pimpinan PTKIN. Menurut Idrus, hubungan antara kampus dan alumni merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membangun kontribusi bagi umat dan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyambut positif gagasan-gagasan yang lahir dari forum tersebut. Ia menilai, situasi global saat ini justru membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai pusat peradaban dunia Islam.

"Situasi global sekarang sangat tepat untuk mempersiapkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam di masa depan," ujar Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, stabilitas dan kondusivitas yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan modal utama untuk melahirkan peradaban unggul. Dalam suasana damai, kata dia, lahir para pemikir, ilmuwan, dan inovator yang akan membentuk masa depan peradaban.

Ia optimistis Indonesia memiliki semua prasyarat untuk memainkan peran sentral tersebut. Dengan stabilitas nasional, kekuatan intelektual, dan jejaring kelembagaan seperti IKA PTKIN, Indonesia dinilai sangat berpeluang menjadi rujukan baru bagi perkembangan peradaban Islam global.

"Situasi global saat ini sangat menguntungkan dan sangat memungkinkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam yang akan datang," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|