Inflasi Februari Tembus 0,68%, Harga Emas Jadi Pemicu Utama!

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2026 mencapai 0,68% secara bulanan (month to month/mtm). Inflasi ini dipicu oleh Indeks Harga Konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026.

"Pada bulan Februari tahun 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68% atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers BPS, Senin (2/3/2026).

Pemicu inflasi yang cukup besar adalah emas, yakni 0,19%. Inflasi emas dan perhiasan mencapai 8,42% secara tahunan (year on year/yoy). Menurut data BPS, inflasi emas masuk menjadi pendorong sejak Ramadan pada 2024.

Selain emas dan perhiasan, inflasi Februari juga ditopang oleh cabai rawit dengan andil inflasi 0,08 persen, ikan segar dengan andil inflasi 0,05 persen, cabai merah andil inflasinya 0,04 persen, dan tomat, beras serta telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing 0,02 persen.

Harga emas sepanjang Januari hingga Februari 2026 mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Pada hari ini, harga emas Antam di Tanah Air meningkat hingga menyentuh harga Rp 3.135.000 per gram. Kenaikan dipicu oleh kondisi perang Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|