Ini yang Dilakukan Iran untuk Bertahan Secara Militer Sekaligus Mengelabui AS-Israel

2 hours ago 1

Rudal Iran (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Laporan intelijen AS menyebutkan Iran memiliki kemampuan luar biasa untuk membangun kembali platform peluncuran rudal balistik dan benteng pertahanan daratnya hanya dalam hitungan jam setelah terkena serangan militer dari AS dan Israel.

Dilansir Aljazeera, Senin (6/4/2026), situs web "Ynet" milik Yedioth Ahronoth mengutip laporan intelijen tersebut bahwa Teheran masih menyimpan persediaan besar rudal dan platform bergerak meskipun terjadi serangan udara yang intensif.

Situs web tersebut mengutip laporan The New York Times yang menyebutkan bahwa dokumen intelijen yang diperolehnya mengungkapkan pasukan Iran berhasil memperbaiki menara peluncuran dan bunker bawah tanah serta mengembalikannya ke kondisi operasional dengan kecepatan mengejutkan.

Ini dilakukan meski setelah menjadi sasaran serangan, yang menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa efektif strategi yang bertujuan untuk melemahkan kemampuan rudal Teheran.

Keraguan dari Badan Intelijen

Laporan tersebut menjelaskan bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dan Gedung Putih, meskipun telah mengumumkan kemajuan yang signifikan dan melancarkan serangan terhadap ribuan sasaran di dalam Iran sejak dimulainya bentrokan, menghadapi keraguan dari badan-badan intelijen AS mengenai kemungkinan menghancurkan kekuatan rudal Iran secara permanen.

Para pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut mencatat badan-badan intelijen belum mampu menentukan jumlah platform yang tersisa di Iran dengan akurasi tinggi.

Mereka menegaskan rezim Iran masih mampu menggunakan arsenalnya untuk menyerang sasaran di Israel dan negara-negara di kawasan, sehingga ancaman tetap ada meskipun infrastruktur militer telah mengalami kerusakan parah dalam beberapa pekan terakhir.

Mengelabui alat pemantauan

Dalam konteks yang sama, penilaian menunjukkan bahwa Teheran menerapkan strategi memindahkan platform ke gua-gua dan bunker-bunker di pegunungan yang dalam untuk melindunginya, sekaligus memperluas penggunaan target struktural palsu guna menyesatkan alat pemantauan.

Sumber-sumber tersebut menjelaskan Amerika Serikat mengalami kesulitan membuat penilaian akurat karena ketidakpastian mengenai jumlah platform asli yang hancur dibandingkan dengan model palsu yang disebarkan Iran untuk mengalihkan serangan.

Surat kabar tersebut mengutip pernyataan para pejabat bahwa pasukan Iran telah membuktikan kemampuannya dalam mengevakuasi platform dari lokasi yang terkena serangan dan mengoperasikannya kembali.

Hal ini memperkuat perkiraan sebelumnya yang menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan sekitar setengah dari kemampuan rudalnya, yang memberikan Teheran alat tekanan berkelanjutan untuk ancaman regional, baik perang berlanjut maupun berhenti.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|