Investasi Gunungkidul Tembus Rp851 Miliar Tersebar di 8 Ribu Proyek

12 hours ago 2

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Arus investasi di Gunungkidul sepanjang 2025 melampaui target seusai realisasi penanaman modal mencapai Rp851,7 miliar yang tersebar dalam 8.127 proyek di 18 kapanewon, menandai geliat ekonomi daerah yang kian produktif.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat capaian ini melampaui target awal tahun yang dipatok Rp831,4 miliar. Lonjakan realisasi tersebut menunjukkan minat investor terhadap Gunungkidul terus menguat.

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan tren investasi di wilayahnya tumbuh konsisten.

“Targetnya Rp831.433.160.822, tapi realisasinya bisa melebihi angka yang dibebankan di awal 2025,” kata Aldian, Kamis (29/1/2026).

Dari sisi sektor, investasi terbesar masih didominasi pertanian dan peternakan dengan nilai Rp174 miliar. Di bawahnya menyusul pariwisata Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, kesehatan Rp137 miliar, serta perindustrian Rp115 miliar.

Sebaran proyek investasi mencakup 8.127 titik di 18 kapanewon. Kapanewon Wonosari menjadi lokasi dengan jumlah proyek terbanyak, yakni 1.660 titik.

Berikutnya Playen dengan 1.049 proyek, Semanu 568 proyek, dan Ponjong 530 proyek.

“Sisanya sebanyak 4.320 proyek tersebar di 13 kapanewon lain di Kabupaten Gunungkidul,” kata Aldian.

Ia menilai capaian ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif dan berperan langsung dalam pembangunan daerah.

“Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” katanya.

Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, menambahkan struktur investasi di Bumi Handayani masih didominasi modal dalam negeri. Dari total Rp851,7 miliar, sekitar Rp779 miliar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Untuk Penanaman Modal Asing [PMA] besarannya baru di kisaran Rp72 miliar,” katanya.

Menurut Mugiyanto, sektor pertanian dan peternakan menjadi yang paling diminati investor, terutama pada usaha ternak ayam petelur, ayam pedaging, dan pembibitan.

“Mudah-mudahan iklim investasi di Gunungkidul bisa terus tumbuh dengan baik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|