Investor GoTo dan Grab Untung Besar, Tapi Bukan dari Bisnis Ojol

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - SoftBank Group, perusahaan investasi pemegang saham Grab dan GoTo, melaporkan kenaikan laba tiga kali lipat hingga melampaui US$ 11,6 miliar (Rp 202,7 triliun). Sumber utama lonjakan laba perusahaan asal Jepang tersebut adalah keuntungan dari investasi mereka di OpenAI.

Laba yang dibukukan pada Januari-Maret 2026 membuat SoftBank berhasil mencetak keuntungan selama lima kuartal terakhir. Hanya dalam 3 bulan, entitas investasi milik SoftBank yang bernama Vision Fund sukses mencatat keuntungan Rp 343 triliun. 

Pendiri dan CEO SoftBank Masayoshi Son adalah salah satu pendukung utama OpenAI, perusahaan di balik robot chat AI, ChatGPT. SoftBank mengklaim telah menumpuk laba US$ 45 miliar dari seluruh investasinya di OpenAI.

Meskipun terus membukukan laba jumbo, pengamat mempertanyakan risiko dari investasi yang terkonsentrasi di satu perusahaan. Posisi OpenAI dalam perlombaan pengembangan teknologi AI padahal makin rentan seiring pesatnya perkembangan teknologi milik Google yang bernama Gemini dan Claude milik Antrhopic.

Untuk menambah investasi di OpenAI, dalam setahun terakhir SoftBank menjual saham mereka di raksasa telekomunikasi T-Mobile dan perusahaan pengembang chip Nvidia. Investasi SoftBank di OpenAI juga dibiayai oleh utang yang dikumpulkan lewat penerbitan obligasi dan pinjaman dengan jaminan saham mereka di Arm.

Selain itu, SoftBank berkomitmen membangun 5 data center di Amerika Serikat dalam investasi senilai US$ 500 miliar dalam proyek Stargate bersama Oracle dan OpenAI.

Beberapa perusahaan Indonesia atau beroperasi di Indonesia juga penerima dana SoftBank Vision Fund. Dua perusahaan terbesar adalah Grab dan Tokopedia, yang kemudian bergabung dengan Gojek sebagai GoTo.

Tokopedia kemudian dilepas oleh manajemen GoTo ke TikTok. Adapun, Grab dan GoTo akhir-akhir in sedang banyak dibicarakan terkait isu merger.

SoftBank sebelumnya juga sempat menjadi pemegang saham utama Uber, startup yang memelopori bisnis transportasi online, dan Didi yaitu perusahaan China yang memiliki bisnis serupa Grab dan Gojek.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|