Sebuah bilboard ukuran raksasa merujuk pada Selat Hormuz dengan teks berbahasa Persia yang artinya
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran telah menyerahkan usulan rencana perdamaian yang terdiri dari 14 poin sebagai proposal balasan terhadap Amerika Serikat (AS). Proposal itu berisi poin termasuk ganti rugi dan "mekanisme pelayaran baru" di Selat Hormuz demi menghentikan perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Adapun IRNA melaporkan bahwa pada 30 April usulan perdamaian dari Teheran tersebut telah diserahkan kepada Pakistan. Menurut laporan kantor berita Tasnim, AS mengusulkan gencatan senjata selama 2 bulan, tetapi Iran bersikukuh agar semua isu diselesaikan dalam 30 hari supaya fokusnya menjadi mengakhiri perang secara penuh alih-alih sekadar memperpanjang gencatan senjata.
Tuntutan utama Teheran antara lain ganti rugi, jaminan agresi militer tak akan terjadi lagi, serta penarikan mundur pasukan AS dari sekeliling Iran. Terkait Selat Hormuz, Iran mendesak agar blokade diakhiri serta mengatakan akan menetapkan "mekanisme baru" terkait lalu lintas perkapalan di sana.
Iran juga menuntut pencairan semua asetnya di luar negeri serta pencabutan sanksi. Negosiasi untuk mengakhiri konflik sebelumnya telah berlangsung di Islamabad (Pakistan), tetapi belum berhasil mencapai kesepakatan yang diharapkan.
Pada 28 Februari AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang menyebabkan lebih dari 3.000 orang tewas. Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 8 April.
sumber : Antara, Sputnik, Anadolu

3 hours ago
2















































